Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 Koperasi Merah Putih Sudah Buka di Semarang, Ada Tantangan Mengelola
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) didampingi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi KKMP Sampangan, belum lama ini. (Dok. Pemkot Semarang)

  • Sembilan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sudah aktif di Kota Semarang.

  • Tantangan dalam mengelola lembaga tersebut masih dihadapi.

  • Koperasi tersebut berperan penting dalam perekonomian masyarakat setempat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sebanyak sembilan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sudah aktif atau beroperasi di Kota Semarang. Kendati demikian, ada tantangan yang dihadapi dalam mengelola lembaga tersebut.

1. ASN wajib jadi anggota koperasi

Pemerintah Kota Semarang resmi mengangkat 2.354 tenaga honorer Non-ASN menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Halaman Balai Kota Semarang, Rabu (10/12/2025).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengakui tantangan pengelolaan koperasi skala besar di wilayah perkotaan tidak ringan. Namun, dengan dukungan pemerintah pusat dan gotong royong, ia optimistis KKMP di Kota Semarang, khususnya yang baru beroperasi KKMP Sampangan bisa berjalan berkelanjutan.

"Cukup berat karena dengan etalase segede ini, dengan bangunan segede ini, tantangan bisnis ke depan harus dihadapi oleh teman-teman koperasi, ini harus disambut dengan berbagai macam persiapan yang matang," ungkapnya, Minggu (1/2/2026).

Namun, kata Agustina, pemerintah pusat akan mendukung dengan memasok barang siap jual dari Bulog hingga kebijakan yang mengarahkan agar SPPG membeli bahan dari koperasi. Selain itu, Pemkot Semarang akan mendorong penguatan keanggotaan koperasi secara masif.

"Kami juga sudah membuat edaran, seluruh ASN ber-KTP Kota Semarang wajib mendaftar sebagai anggota koperasi," ujarnya.

2. KKMP aktif beromzet Rp10 juta per hari

Ilustrasi Koperasi Merah Putih di Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Untuk diketahui, akan ada 177 koperasi kelurahan di Kota Semarang. Hingga saat ini sembilan koperasi sudah aktif omzet di atas Rp10 juta per hari, bahkan satu koperasi mencatatkan perputaran hingga Rp70 juta.

Menurut Agustina, Koperasi Merah Putih di Kota Semarang ini sangat terkenal, banyak didatangi beberapa kabupaten/kota untuk studi banding. 

Terpisah, Ketua KKMP Sampangan, Kuncar Asrianto menyatakan, koperasi yang berlokasi di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur itu sebenarnya sudah berjalan sebelum gedung yang baru dibangun. 

"Sebelum gedung ini dibangun tiga bulan lalu, koperasi kami sudah bergerak. Kami sudah kerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, sampai Pertamina," katanya.

Adapun, dengan selesainya pembangunan KKMP, koperasi tinggal menambah volume usaha. Bahkan, operasional dimungkinkan dimulai lebih cepat dari target.

3. KKMP akan terhubung dengan MBG

SPPG Tambolaka ini kita memanfaatkan petani lokal, peternak, dan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk program MBG. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)

"Kalau Maret kami sudah siap. Bahkan awal Februari ini pun sebenarnya sudah bisa, tinggal memindahkan barang ke sini," ujarnya.

Kuncar menjelaskan, produk yang disiapkan antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta berbagai komoditas dari UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur. Produk-produk tersebut juga akan disalurkan ke kios-kios kecil dan anggota koperasi.

Sementara, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) juga mengunjungi KKMP Sampangan, belum lama ini.

Zulhas menyebut, kesiapan daerah, dukungan pemerintah kota hingga kelurahan, serta keterlibatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Jateng dinilai lebih baik dibanding daerah lainnya. Ia pun menargetkan KKMP bisa beroperasional Maret.

Dalam kesempatan itu Zulhas menegaskan, KKMP merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang saling terhubung dengan agenda swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan koperasi desa dan kelurahan.

Editorial Team