Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Agustina Respons soal WFA di Kota Semarang: Yang Penting Irit BBM
Pemerintah Kota Semarang resmi mengangkat 2.354 tenaga honorer Non-ASN menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Halaman Balai Kota Semarang, Rabu (10/12/2025).
  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan kebijakan WFA bagi ASN bertujuan utama untuk efisiensi energi dan penghematan BBM melalui dorongan penggunaan transportasi umum.
  • Agustina bersama jajaran Pemkot melakukan silaturahmi ke para mantan wali kota guna mempererat hubungan serta menyerap aspirasi demi kesinambungan pembangunan kota.
  • Dalam kunjungan tersebut, Agustina menekankan pentingnya melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis pendahulu agar kesejahteraan masyarakat Semarang terus meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menanggapi kebijakan efisiensi energi melalui pemberlakuan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. 

1. Dorong penggunaan transportasi umum

Ilustrasi bus listrik Trans Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Menurut dia, yang perlu dipahami dari kebijakan itu adalah mendorong penggunaan transportasi umum dan metode kerja fleksibel (WFA) sebagai langkah nyata mengurangi konsumsi BBM di kota Semarang.

"Intinya sebenarnya bukan WFA-nya, intinya adalah efisiensi untuk bahan bakar. Mungkin mengurangi jumlah bahan bakar yang selama ini dianggarkan di Pemerintah Kota Semarang. Yang penting intinya adalah mengurangi BBM," ungkap Agustina di sela kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ke kediaman para mantan Wali Kota Semarang, Rabu (1/4/2026).

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng beserta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi kediaman para mantan Wali Kota Semarang, yakni Sukawi Sutarip, Soemarmo HS dan Hendrar Prihadi serta melakukan ziarah ke makam Sutrisno Suharto. Kegiatan menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menyerap aspirasi dari para tokoh yang telah berjasa membangun Ibu Kota Jawa Tengah.

2. Silaturahmi untuk bangun kota tidak bisa putus

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng beserta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi kediaman para mantan Wali Kota Semarang, yakni Sukawi Sutarip, Soemarmo HS dan Hendrar Prihadi serta melakukan ziarah ke makam Sutrisno Suharto, Selasa (31/3/2026). (dok. Pemkot Semarang)

"Guna menjalin silaturahmi dan meminta berbagai macam pertimbangan, mendiskusikan banyak hal yang kita pahami bahwa membangun sebuah kota itu tidak bisa putus. Itu harus bertahan, apapun yang dilakukan oleh para pendahulu kita itu harus kita teruskan," ujar Agustina.

Perjalanan silaturahmi ini salah satunya singgah di kediaman mantan Wali Kota Semarang, Soemarmo H.S. Kehadiran rombongan Pemerintah Kota Semarang disambut hangat oleh keluarga besar Soemarmo. Dalam sambutannya, Soemarmo menyampaikan apresiasi atas tradisi silaturahmi yang terus dijaga oleh kepemimpinan saat ini sebagai bentuk penghormatan kepad4a para senior.

"Saya secara pribadi juga apresiasi sekali kepada Bu Wali dengan seluruh jajarannya. Yang pernah saya rintis ketika saya menjadi abdi dari masyarakat Kota Semarang, silaturahmi setiap tahun dengan mantan-mantan atau senior-senior yang pernah berdiri di jabatan Wali Kota atau Wakil Wali Kota," ungkap Soemarmo.

3. Keberlanjutan program pembangunan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng beserta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi kediaman para mantan Wali Kota Semarang, yakni Sukawi Sutarip, Soemarmo HS dan Hendrar Prihadi serta melakukan ziarah ke makam Sutrisno Suharto, Selasa (31/3/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Pada kesempatan tersebut, Agustina menekankan bahwa keberlanjutan program pembangunan adalah kunci kemajuan Semarang. Ia menegaskan bahwa setiap capaian yang ada saat ini merupakan fondasi yang diletakkan oleh para pemimpin terdahulu, sehingga penyempurnaan di berbagai sektor harus terus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.

"Yang kurang kita tambahin, yang belum sempurna kita sempurnakan, yang sudah baik kita buat menjadi lebih baik, yang sudah hebat kita buat menjadi semakin hebat," tegas Agustina.

Selain mengunjungi tokoh yang masih aktif memberikan sumbangsih pemikiran, rombongan juga berziarah ke makam almarhum Soetrisno Suharto. Momen haru menyelimuti pertemuan dengan istri mendiang Soetrisno Suharto, yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Pemerintah Kota Semarang, termasuk renovasi atau pemugaran makam almarhum suaminya.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bu Wali karena saya terharu. Karena sudah membangun makam almarhum suami kami. Kami waktu itu mohon izin makamnya Bapak akan dipugar, saya nangis waktu itu, terima kasih," pungkas Siti Khomsiti, istri mendiang Soetrisno Suharto.

Editorial Team