Ilustrasi anak jajan. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Dari total 35 kabupaten/kota Jawa Tengah, katanya Kota Semarang menduduki peringkat pertama sebagai penyumbang jumlah anak kegemukan terbanyak.
Titus bilang ada 2,7 persen anak Kota Semarang yang telah kegemukan lantaran dipengaruhi demografi wilayahnya yang berada di pusat perekonomian Jawa Tengah.
Menurutnya dengan tinggal di Ibukota provinsi, anak-anak Semarang dimudahkan memperoleh jajanan dan makanan cepat saji yang dijual di warung-warung. Kondisi inilah yang membedakan dengan kabupaten/kota lainnya sehingga membuat kasus anak kegemukan di daerah lebih sedikit.
"Memang faktanya kasus anak kegemukan di Kota Semarang sendiri cukup besar yaitu 2,7 persen. Untuk daerah lainnya rata-rata tidak sebesar Semarang. Mungkin faktor letaknya sebagai ibukota provinsi jadi ada banyak kegiatan perekonomian, akhirnya membuat jumlah warungnya sangat banyak. Ini beda jauh sama wilayah Pati, Rembang atau Kudus karena pengaruh demografi masing-masing daerah," ungkapnya.