Andika Perkasa Berharap Kejar Ketertinggalan Kampanye Lewat Kekuatan Gen Z

Semarang, IDN Times - Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa mengharapkan peran anak muda dari kalangan Gen Z bisa dimaksimalkan untuk mengejar ketertinggalan kampanye Pilgub Jawa Tengah. Sebab, diakuinya bila selama berkampanye, pihaknya sudah ketinggalan dari paslon nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin).
"Dalam melakukan kampanye kita jauh ketinggalan. Karena startnya memang yang jauh ketinggalan. Pasangan sebelah lebih dulu ketimbang kita. Kemudian logistiknya mereka lebih siap. Memang jauh duluan. Nah kondisi ini yang kita terima hari ini," kata cagub PDIP tersebut saat deklarasi relawan Tekadh Membara di Legacy Hall Jalan Plampitan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (12/10/2024).
1. Gen Z jadi variabel yang sulit diprediksi

Meski demikian, menurutnya sesuai keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memasangkannya dengan Hendrar Prihadi atau Hendi, maka seluruh simpatisan, relawan, kader struktural PDIP harus optimistis untuk meraih kemenangan Pilgub Jateng.
Atas keyakinan itulah, pihaknya melibatkan seluruh elemen anak muda terutama Gen Z yang menjadi kekuatan variabel yang sulit diprediksi kubu lawan.
2. Umar Wahid ajarkan mengejar ketertinggalan

Tak cuma itu saja, kelompok anak muda bisa melakukan hal-hal baru yang belum pernah ditemukan di lapangan.
"Sesuai arahan Ibu ketua umum yang berikan kepada kita sebuah semangat. Tapi melihat rekan-rekan yang hadir di sini, kita harus yakin. Apalagi ketika berhubungan dengan anak anak muda ada variabel yang sulit diprediksi. Nah, Gus Umar Wahid Hasyim mengajarkan kita gimana mengejar ketinggalan kita," paparnya.
3. Andika contohkan perlawanan drone Ukraina

Lebih lanjut, mengejar ketertinggalan untuk kemudian memenangkan suatu pertarungan bukanlah suatu yang mustahil untuk dilakukan. Andika berkata ketika berkarir di dunia militer, dirinya kerap diajarkan bagaimana memenangkan pertarungan dengan kondisi logistik yang kalah.
Pihaknya juga memberi contoh saat tentara Ukraina yang belum lama ini diberitakan sanggup mengalahkan Rusia melalui serangan drone adalah salah satu bukti perlawanan dari minimnya kesiapan logistik.
"Saya waktu di tentara banyak sekali belajar, rekan-rekan dengan kondisi logistik yang kalah tapi bisa menang. Contohnya Rusia dengan banyak tank, kemudian Ukraina yang melawan tank dengan drone. Melawan armada seharga 100 juta dollar dengan 1 juta dollar. Ini adalah contoh vagaimana peran anak muda dibatasi logistik dan keadaan tapi bisa menghasilkan suatu yang efektif. Jadi saya yakin dengan kemampuannya masing-masing, biarkan anak muda berimprovisasi dengan bidang sesuai minat mereka. Ada yang mungkin bisa main dengan game jingle lagu dan masih banyak cara," akunya.
4. Relawan Tekadh Membara diminta kejar ketertinggalan Andika-Hendi

Oleh karenanya, pihaknya mengajak seluruh relawan anak muda, Gen Z termasuk Tekadh Membara guna membuktikan kekuatan mobilisasi untuk mengejar ketertinggalan dari kampanye Luthfi-Yasin. Pihaknya optimistis bisa menyalip dalam waktu sebulan ke depan.
"Saya ingin melihat dalam waktu sebulan ke depan bisa mengejar ketertinggalan kita ini. Saya lihat keyakinan kita bisa. Saya lihat anak muda di depan saya punya idealisme dan hati. Terima kasih teman-teman Tekadh Membara di bawah komando Mas Buki bisa tambah semangat.
5. Relawan Tekadh Membara digerakan dari Brebes-Blora

Sedangkan, Muhamad Makbud Zaki, Koordinator Tekadh Membara, menegaskan relawannya kini bergerak dari sisi barat Kabupaten Brebes sampai ke Pantura timur di ujung Blora untuk mengkampanyekan Andika-Hendi.
"Dari ujung barat Brebes lalu Semarang menuju ke timur Blora kita masifkan kampanyenya. Tentu kita akan gerakan masyarakat. Utamanya kita akan temui semua para jemaah pengajian, seluruh komunitas majelis taklim di kampung kampung. Kita juga ada kegiatan menarik seperti futsal, sepak bola, voli, senam, jalan sehat dengan ibu ibu," papar Gus Buki.



















