ilustrasi santri belajar (pexels.com/irginurfadil)
Sementara, Gus Yasin mengimbau semua anggota SGN meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah. Anggota SGN juga diminta lebih masif berperan untuk mendukung pelaksanaan program Pemprov.
"Fokus ke depan, SGN harus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintahan lebih masif lagi, kolaborasi harus kita buka dan dikembangkan khusunya dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah," katanya.
Ia menjelaskan, setidaknya ada empat bidang yang bisa dikerjasamakan dengan pemerintah. Yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Di bidang pendidikan, sudah bekerjasama dengan pemprov Jateng dalam program beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Pemerintah yang menyiapkan program dan beasiswa, sedangkan anggota SGN yang sosialisasi dan ikut menjaring calon santri yang mendaftar.
Dalam bidang kesehatan, SGN juga sudah kerjasama pemerintah dengan mengadakan cek kesehatan gratis (CKG) dan program Speling (dokter spesialis keliling). Di bidang sosial SGN selalu hadir jika terjadi bencana.
Di bidang ekonomi, jelasnya, anggota SGN di Pati ada yang punya usaha ternak kambing bagi hasil dengan masyarakat. Di Brebes, SGN bermitra dengan Pertamina dalam penjualan gas elpiji. Di Banyumas ada yang ternak bebek dan pertanian bawang merah. Di Banjarnegara ada usaha mengolah makanan untuk pakan lele.
"Ada empat bidang yang bisa dikerjasamakan. Yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi menengah bawah, dan sosial. Saya mengajak SGN di 35 kabupaten/kota, untuk berkolaborasi dengan pemprov Jateng, diantaranya juga membantu mengatasi kemiskinan dengan program bedah rumah," tandasnya.