Arus Balik Natal Tahun Baru: 14 Ribu Penumpang Padati Stasiun Semarang

- Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Semarang mencapai 14.542 penumpang pada hari terakhir liburan.
- Total volume penumpang selama 18 hari masa Angkutan Nataru mencapai 980.994 orang, dengan Stasiun Semarang Tawang sebagai stasiun dengan volume tertinggi.
- KAI Daop 4 Semarang menyoroti barang tertinggal senilai hingga Rp75 juta selama periode liburan, mengimbau penumpang untuk lebih teliti menjaga barang bawaannya.
Semarang, IDN Times – Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 resmi berakhir hari ini, Minggu (4/1/2026). Stasiun-stasiun di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang terpantau padat oleh pergerakan penumpang yang melakukan perjalanan arus balik.
Berdasarkan data KAI Daop 4 Semarang per pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 14.542 penumpang sudah berangkat meninggalkan wilayah Semarang pada hari terakhir liburan Nataru. Angka tersebut merupakan akumulasi keberangkatan dari tiga stasiun utama di Kota Semarang, yakni Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, dan Stasiun Alastua.
1. Volume penumpang hari Minggu sampai 50 ribu

Secara rinci, keberangkatan didominasi dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dengan jumlah 8.704 penumpang, disusul Stasiun Semarang Poncol sebanyak 5.694 penumpang, dan Stasiun Alastua sebanyak 144 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengungkapkan, tingginya volume penumpang tersebut menandakan mobilitas masyarakat yang sangat aktif di penghujung masa liburan.
“Pada hari terakhir masa libur Natal dan Tahun Baru, mobilitas penumpang di wilayah Semarang masih terpantau cukup tinggi. Kondisi ini mencerminkan bahwa Semarang tidak hanya menjadi daerah asal arus balik, tetapi juga tetap menjadi tujuan kedatangan masyarakat hingga akhir masa libur,” katanya Minggu (4/1/2026).
Fakta itu didukung oleh data kedatangan yang juga tinggi. Pada hari yang sama, tercatat 15.614 penumpang tiba di wilayah Semarang. Jika diakumulasikan di seluruh stasiun wilayah Daop 4 Semarang (termasuk Tegal, Pekalongan, Cepu, dll), total volume penumpang pada hari Minggu ini mencapai 56.262 orang, yang terdiri dari 29.415 penumpang berangkat dan 26.847 penumpang datang.
2. Hampir satu juta penumpang selama Nataru

Secara keseluruhan, KAI Daop 4 Semarang mencatat lonjakan volume penumpang yang signifikan selama 18 hari masa Angkutan Nataru 2025/2026. Total ada 980.994 penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah ini, dengan rincian 491.900 penumpang berangkat dan 489.094 penumpang datang.
Stasiun Semarang Tawang mencatatkan volume tertinggi selama periode tersebut dengan memberangkatkan 147.447 penumpang dan menerima kedatangan 144.425 penumpang. Posisi kedua ditempati Stasiun Semarang Poncol dengan 125.523 penumpang berangkat dan 112.958 penumpang datang.
Adapun, volume keberangkatan dan kedatangan penumpang di 7 Stasiun KAI Daop 4 Semarang tertinggi volumenya pada Minggu (4/1/2025) pukul 13.00 WIB sebagai berikut:
1. Stasiun Semarang Tawang: berangkat 8.704 penumpang, datang 8.098 penumpang
2. Stasiun Semarang Poncol: berangkat 5.604 penumpang, datang 7.338 penumpang
3. Stasiun Tegal: berangkat 4.074 penumpang, datang 2.882 penumpang
4. Stasiun Pekalongan: berangkat 3.346 penumpang, datang 2.472 penumpang
5. Stasiun Pemalang: berangkat 1.903 penumpang, datang 1.135 penumpang.
6. Stasiun Cepu: berangkat 1.563 penumpang, datang 1.226 penumpang
7. Stasiun Ngrombo: berangkat 1.355 penumpang, datang 1.196 penumpang.
3. Waspada barang tertinggal nilainya sampai Rp75 juta

Di tengah padatnya arus balik, KAI Daop 4 Semarang juga menyoroti fenomena barang tertinggal yang kerap dialami penumpang. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, petugas mengamankan 172 barang milik pelanggan yang tertinggal, baik di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.
Barang-barang tersebut meliputi telepon seluler, laptop, uang tunai, hingga barang pribadi lainnya dengan taksiran nilai mencapai Rp 75 juta.
Luqman Arif mengimbau para pelanggan untuk lebih teliti menjaga barang bawaannya, terutama saat hendak turun dari kereta atau meninggalkan ruang tunggu stasiun.
“Kami mengingatkan pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaannya, baik saat berada di ruang tunggu, di dalam kereta, maupun ketika turun di stasiun tujuan. Pastikan tidak ada barang yang tertinggal sebelum meninggalkan tempat duduk,” imbau Luqman.
Meski KAI menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu mengamankan barang yang ditemukan, kehati-hatian tetap menjadi tanggung jawab pribadi penumpang. Bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang, dapat segera melapor ke petugas stasiun, menghubungi Contact Center KAI 121, atau melalui kanal media sosial resmi KAI dengan menyertakan data diri dan ciri-ciri barang.


















