Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bak Lautan! Sawah Desa Bolo Demak Seluas 158,19 Hektare Terendam Banjir
Ratusan hektare sawah Desa Bolo Kecamatan Kota Kabupaten Demak terendam banjir setinggi satu meter. (IDN Times/Dok Gapoktan Sido Makmur Demak)

Demak, IDN Times - Banjir yang semakin meluas di Kabupaten Demak telah merendam lahan persawahan setempat. Tercatat di Desa Bolo Kecamatan Demak, sawah yang diterjang banjir bandang mencapai 158,19 hektare.

1. Benih padi terendam banjir

Sawah seluas ratusan hektare di Desa Bolo Kecamatan Kota Kabupaten Demak jadi lautan karena terendam banjir. (IDN Times/Dok Gapoktan Sido Makmur Demak)

Pembina Gapoktan Sido Makmur Desa Bolo Kecamatan Demak, Wingyo Utomo mengatakan seluruh lahan persawahan di desanya telah terendam banjir setinggi semeter karena terkena imbas bencana banjir yang meluas ke masing-masing kecamatan. 

"Ini sebenarnya sudah masuk masa tanam (MT) 2. Tapi pas lagi menebar benih eh sawahnya pas hari Rasanya kemarin itu langsung disapu banjir. Otomatis semua benih yang ditanam hanyut kena air tingginya satu meteran," kata pria yang jadi Kades Bolo tersebut saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (19/3/2024). 

2. Gapoktan Sido Makmur masih hitung kerugian petani

Petani di Lombok Barat membajak sawah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ia mengaku kerugian materiil masih dihitung tiga kelompok tani yang tergabung dalam gapoktannya. Dari total 158,19 hektare sawah yang terendam banjir, masing-masing kelompok tani mengelola puluhan hektare sawah. 

3. Masih sempat panen 800 ton padi

ilustrasi menanam padi (pexels.com/rattasat)

Namun disisi lain ia mengatakan beruntung tidak mengalami kerugian yang besar karena masih sempat melakukan panen raya MT1 pada bulan ini. 

Saat panen raya kemarin pihaknya mampu menghasilkan 800 ton padi dengan perhitungan estimasi setiap kelompok tani menghasilkan produksi 7-8 ton. 

"Ini untungnya pas MT1 sudah selesai dipanen. Jadinya dari Poktan Suka Makmur Bolo Jaya hasil panen padinya 631 ton dengan luasan lahan 105 hektare. Terus Poktan Chanthel hasil panennya 318 ton padi dengan luasan lahan 53 hektare. Untuk keseluruhan yang sudah dipanen 949 ton," ungkapnya. 

Lebih lanjut, semua hasil panen padi di desanya rata rata dijual ke tengkulak. Harga jual di tingkat petani dibanderol Rp7.500-Rp7.800 per kilogram. 

"Kebanyakan dijualnya langsung ke tengkulak. Warga biasanya untuk makan beli beras dari penggilingan padi dekat rumahnya. Kalau Bulog belum berani ambil hasil panen karena harganya dari kita katanya kemahalan," ujar Wignyo.

4. Minta Pemkab tambal tanggul sungai permanen

Warga menyaksikan rumah yang terendam banjir di Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2024). (Antara/Yusuf Nugroho)

Untuk saat ini pihaknya berharap Pemkab Demak dan Pemprov secepatnya mengatasi banjir yang meluas di Demak. Sebab, ia khawatir jika tidak segera ditangani dengan serius, maka bencana banjir akan menyebabkan pola tanam MT2 di desanya akan mundur beberapa bulan ke depan. "Semoga tanggulnya segera ditambal permanen. Kalau ditambal sementara kayak kemarin pasti jebol lagi. Ini aja kita benar-benar rugi. Kalau tidak diatasi ya kami tidak bisa meneruskan tanam kedua," jelasnya. 

Editorial Team