Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir Grobogan, Warga Dua Desa Mengungsi

Banjir Grobogan, Warga Dua Desa Mengungsi
Petugas mengukur ketinggian air banjir yang merendam rel Gubug-Karangjati. (IDN Times/Dok Daop 4 Semarang)
Share Article

Grobogan, IDN Times - Banjir menggenangi wilayah Kabupaten Grobogan akbat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di lima titik, akibatnya air menggenangi wilayah pemukiman dan akses jalan, bahkan puluhan warga terpaksa mengungsi.

Warga di dua desa yakni Desa Kalongan dan Karanganyar terpaksa mengungsi, Warga Desa Kalongan mengungsi di GOR Desa Raji yang saat ini juga didirikan dapur umum, sedangkan warga Desa Karanganyar mengungsi di BPBD Grobogan.

1. Ada 20 desa di Grobogan yang terdampak banjir

Ilustrasi banjir (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Ilustrasi banjir (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Grobogan Masrikan mengatakan total ada 20 desa yang terdampak banjir. "Total yang terdampak untuk sementara ada 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Grobogan," kata Masrikan.

Menurutnya jumlah warga yang mengungsi ada 54 orang, sekitar 50 orang diantaranya mengungsi di Gelanggang Olahraga (GOR) Desar Raji, sedangkan lima orang dari Desa Karanganyar untuk saat ini sudah pulang ke rumahnya, karena air berangsur surut.

 

2. Tanggul Sungai Tuntang tak mampu menahan debit air

ilustrasi sungai (pexels.com/Ian Turnell)
ilustrasi sungai (pexels.com/Ian Turnell)

Curah hujan tinggi di beberapa wilayah akibatnya debit air sungai naik dan tanggul Sungai Tuntang tidak mampu menahan debit air sehingga terjadi kerusakan tanggul di lima titik. Untuk penanganan secara darurat baru bisa dilakukan setelah debit airnya mulai surut.

Selain menggenangi rumah warga, akses jalan juga ikut tergenang, sehingga jalur lalu lintas warga juga terputus.Di antaranya di Jalan Gubuk-Godong terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Demikian juga di Jalan Purwodadi-Semarang juga tergenang banjir akibat melimpasnya air Sungai Tuntang.

 

3. BPBD siapkan kebutuhan logistik

Apel Gladi Lapangan Menghadapi Musim Penghujan dan Potensi Gempa Megathrust 2024 di Kantor BPBD Kota Semarang, Kamis (14/11/2024). (dok. BPBD Semarang)
Apel Gladi Lapangan Menghadapi Musim Penghujan dan Potensi Gempa Megathrust 2024 di Kantor BPBD Kota Semarang, Kamis (14/11/2024). (dok. BPBD Semarang)

BPBD bersama sejumlah pihak terjun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah penanganan, terutama evakuasi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati karena tergenang.

Selain mengkoordinasikan penyiapan tempat pengungsian sementara di masing-masing desa terdampak banjir, BPBD juga menyiapkan kebutuhan logistik untuk tempat pengungsian yang dilengkapi dapur umum.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Aksi Nyata PKS Jateng Jangkau Rumah Shalom Untuk Berbagi Daging Kurban

31 Mei 2026, 17:17 WIBNews