Baznas Serahkan Modal Usaha Produktif, Dari Zakat ASN Solo

Surakarta, IDN Times - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan modal usaha produktif untuk warga Kota Solo agar dapat mandiri secara ekonomi.
Total ada 285 bantuan berupa alat dan modal disalurkan kepada UMKM di Kota Solo. Penerima bantuan tersebut merupakan pengajuan dari warga dan hasil dari pemetaan yang dilakukan oleh Baznas di lapangan.
1. Diserahkan ke 285 mustahik

Ketua Baznas Solo Muhamad Qoyim mengatakan ada sebanyak 285 mustahik yang menerima bantuan modal usaha untuk ekonomi produktif. Bantuan tersebut beragam mulai dari alat, modal, hingga renovasi rumah tak layak huni.
"Ada sebanyak 187 untuk modal usaha, alat usaha sebanyak 80, bantuan untuk RTLH (rumah tidak layak huni) ada enam, beasiswa sepuluh, dan bantuan berupa becak ada tiga unit," ujarnya di sela penyerahan bantuan di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/8/2025).
2. Sebanyak 90 persen ASN di Solo sudah tunaikan zakat.

Lebih lanjut, Qoyim mengatakan pemberian bantuan tersebut sebagian besar berasal dari zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solo. Saat ini tercatat hampir 90 persen ASN berzakat melalui Baznas.
"Ya mendekati 90 persen. Harapannya bisa mencapai 100 persen. Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa 100 persen," ujarnya.
Zakat dari ASN sendiri diterima Baznas setiap bulannya. Selain memberikan bantuan, Baznas juga melakukan pendampingan usaha kepada warga, agar usahannya maju dan berjalan.
3. Merupakan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa berharap Baznas dapat mengelola zakat dari ASN secara baik, salah satunya dengan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
"Masyarakat kita ini kan yang menerima bantuan banyak sekali, sumbernya tidak hanya dari Baznas," katanya.
Ia mengatakan jika tidak selektif maka akan ada penerima ganda. Oleh karena itu, menurut dia diperlukan data riil untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
"Supaya jangan ada orang-orang yang tugasnya hanya menerima bantuan saja. Bantuan ini harus sekaligus memberi motivasi agar masyarakat kita benar-benar punya semangat mandiri," katanya



















