Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2 adalah Muhammad Wira Adibrata. (IDN Times/Larasati Rey)
Program ini sekaligus menyambut peningkatan transaksi pasar modal di Soloraya pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp Rp 21,7 triliun dari tahun 2023 yang mencapai Rp 19,67 triliun.
Tahun 2024, jumlah investor di Soloraya tercatat mengalami peningkatan, sebesar 69.547 investor baru dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 51.586 investor.
Jumlah peserta Sekolah Pasar Modal (SPM) di Soloraya di tahun 2024 sebesar 45.351 orang, terhitung tinggi dari target yang hanya 13.441 peserta, dan meningkat pesat jika dibandingkan tahun 2023 yang hanya 17.643 peserta.
Sedangkan jumlah peserta Non SPM sangat signifikan peningkatannya pada 2024 hingga 33.833.658 orang dari target 66.586 peserta. Sedangkan peserta Non SPM tahun 2023 mencapai 123.581 orang.
BEI Jateng II juga mencatatkan peningkatan nilai transaksi dan jumlah investor di Soloraya sebagai berikut :
Kabupaten Boyolali nilai transaksi Rp 100.034.925.588 dan 42.724 investor.
Kabupaten Karanganyar nilai transaksi Rp 162.425.621.400 dan 41.823 investor.
Kabupaten Sragen nilai transaksi Rp 146.874.981.600 dan 38.488 investor.
Kabupaten Sukoharjo nilai transaksi Rp 416.797.109.995 dan 54.078 investor.
Kabupaten Wonogiri nilai transaksi Rp 106.446.017.950 dan 43.791 investor.
Kota Surakarta nilai transaksi Rp 936.839.769.417 dan 62.311 investor.