Sementara itu, Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan jumlah pegawai di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum booster semakin berkurang. Tak hanya itu antusias warga juga mengalami penurunan untuk melakukan vaksin booster. Hal ini terlihat dari capaian vaksinasi booster di Kota Solo saat ini baru 58,9 persen atau sebanyak 245.692 orang.
"Jadi kemarin dari data yang masuk ke kami itu ada sekitar 100-an. Begitu kita cek kemudian langsung kita infokan ke OPD untuk segera melengkapi," katanya.
Ning mengatakan sejumlah OPD tidak bisa 100 persen pegawainya memenuhi syarat vaksin booster. Karena kondisi kesehatan ada yang tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksin. "Kemarin bahkan ada yang baru vaksin dosis pertama. Di tempat saya sendiri ada yang belum vaksin alasannya takut, la itu tanggungjawab kepalanya bagaimana caranya, akhirnya dia mau vaksin," pungkasnya.
Berdasarkan data daei DKK Solo, OPD sudah 100 persen pegawainya mendapat vaksin booster. Seperti Kesbangpol , Bappeda serta BKPSDM. Sedangkan OPD yang belum 100 persen diantaranya DKK, dan dinas pendidikan.