Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Bergeser ke sisi lapangan usaha, industri pengolahan (manufaktur) masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah dengan pangsa 32,69 persen. Sektor tersebut tetap tumbuh positif di angka 4,04 persen. Meskipun demikian, lajunya sedikit melambat akibat bencana banjir di beberapa wilayah utara Jawa.
Bencana tersebut sempat mengganggu jalur logistik dan perjalanan kereta api, yang efeknya tercermin pada penurunan indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) survei Bank Indonesia.
Kinerja yang gemilang justru terlihat pada sektor konstruksi yang melesat tumbuh hingga 11,91 persen. Pertumbuhannya ditopang oleh perbaikan jalan raya serta pembangunan fasilitas baru, seperti gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan proyek Sekolah Rakyat.
Di sektor jasa, bidang penyediaan akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 14,14 persen. Kenaikan okupansi kamar hotel selama Ramadhan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor utama melesatnya sektor itu.