BI Jateng Siapkan Rp26,9 T Tukar Uang Lebaran, Bisa Tanpa Rekening Bank

- Bank Indonesia Jawa Tengah menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp26,92 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
- Masyarakat dapat menukar uang tanpa harus memiliki rekening bank melalui sistem cash versus cash dengan pendaftaran daring lewat aplikasi PINTAR.
- BI Jateng menaikkan batas penukaran menjadi Rp5,3 juta per orang dan memperluas layanan di 251 titik, sambil menggencarkan Gerakan Pasar Murah bersama TPID.
Semarang, IDN Times – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan uang tunai layak edar sebesar Rp26,92 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026. Warga yang tidak mendapatkan kuota pada layanan kas keliling dipastikan tetap bisa melakukan penukaran langsung di kantor perbankan tanpa syarat kepemilikan rekening.
1. Imbauan untuk menukar di kanal resmi

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho menyatakan, sistem penukaran uang di bank mitra menerapkan metode transaksi tunai atau cash versus cash. Kendati demikian, masyarakat tetap diwajibkan untuk mendaftar dan memesan jadwal penukaran secara daring melalui aplikasi PINTAR.
"Kami memahami kebutuhan masyarakat akan uang layak edar meningkat signifikan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, selain kas keliling, penukaran juga dapat dilakukan langsung di perbankan tanpa harus memiliki rekening," ujarnya di Semarang.
BI Jateng mengimbau masyarakat untuk selalu memanfaatkan kanal layanan resmi demi menjamin keaslian uang dan menghindari peredaran uang palsu dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Kenaikan plafon dan perluasan titik layanan

Pada tahun 2026, BI meningkatkan batas maksimal penukaran uang menjadi Rp5,3 juta per paket bagi setiap individu, naik dari plafon tahun sebelumnya yang berada di angka Rp4,3 juta. Layanan penukaran secara keseluruhan digelar secara masif di 251 titik yang tersebar di wilayah kerja BI Semarang, Solo, Tegal, dan Purwokerto.
Adapun, pelaksanaan penukaran uang dibagi ke dalam dua termin. Tahap pertama yang berlangsung pada 18--27 Februari 2026 sudah merealisasikan sekitar 11 ribu paket penukaran dengan nilai perputaran kurang lebih Rp58 miliar. Penukaran tahap pertama melayani warga di 17 lokasi masjid dan 57 kantor cabang bank.
Sementara itu, tahap kedua mulai direalisasikan pada 2–13 Maret 2026 dengan kuota layanan yang lebih besar dan titik sebaran yang lebih luas.
3. Buka di BSB Semarang

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari, menambahkan, titik layanan tahap kedua turut menyasar area Pasar Modern BSB City di Kota Semarang.
"Penambahan lokasi penukaran di kawasan BSB bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat di wilayah permukiman dan pusat aktivitas ekonomi baru, sekaligus mengurangi kepadatan antrean di lokasi penukaran lainnya," ujarnya.
Di luar layanan ketersediaan uang tunai, BI bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga menggencarkan Gerakan Pasar Murah (GPM) dan operasi pasar di 227 titik strategis. Langkah itu diimplementasikan guna mengantisipasi lonjakan harga komoditas pokok menjelang hari raya.
















