BMKG: Sepekan ke Depan Waspada Angin Kencang di Jateng Bagian Selatan

- BMKG imbau masyarakat waspada angin kencang di Jateng bagian selatan, terutama Cilacap dan Banyumas
- Peningkatan kecepatan angin maksimum sejak 9 Januari 2026, mencapai 32 knot pada siang Senin
- Perbedaan tekanan udara memicu tiupan angin kencang, berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang
Cilacap, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, yang terpantau meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, mengatakan hasil pengamatan menunjukkan peningkatan kecepatan angin maksimum sejak 9 Januari 2026.
“Secara berurutan kecepatan angin maksimum tercatat 25 knot pada 9 Januari, meningkat menjadi 30 knot pada 10 Januari, kemudian 22 knot pada 11 Januari, dan pada siang Senin ini mencapai 32 knot yang juga disertai hujan,” katanya melansir dari Antara.
Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer berupa adanya tekanan rendah di Australia bagian timur laut yang tercatat sebesar 998 milibar dan tekanan tinggi di kawasan Asia mencapai 1.026 milibar.
Menurut dia, perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan ini memicu tiupan angin yang cukup kencang di wilayah Indonesia, khususnya di Jateng bagian selatan.
“Dalam sepekan ke depan, wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya secara umum berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga akhir pekan,” katanya.
Menurut dia, hujan cenderung terjadi pada sore hingga malam hari dengan suhu udara berkisar 24-33 derajat Celsius dan kelembapan udara berkisar 56–91 persen.
Ia mengatakan angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 5-45 kilometer per jam. Selain itu, kata dia, BMKG juga memprakirakan ketinggian gelombang di perairan selatan Jawa berada pada kisaran 1,25-2,5 meter.
“Oleh karena itu, masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa kelautan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” kata Teguh.

















