Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Ini Profil dan Hartanya
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Dok. Pemkab Pekalongan)
  • KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT pada 3 Maret 2026, dan kini ia tengah diperiksa di Gedung Merah Putih untuk menentukan status hukumnya.
  • Fadia Arafiq, putri penyanyi dangdut A. Rafiq, meniti karier politik lewat Partai Golkar hingga menjabat Bupati Pekalongan dua periode setelah sebelumnya aktif di KNPI Jawa Tengah.
  • Laporan LHKPN 2025 mencatat kekayaan Fadia mencapai Rp85,6 miliar, didominasi aset properti di berbagai kota besar meski bukan lagi kepala daerah terkaya di Jawa Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekalongan, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Selasa (3/3/2026). Penangkapan yang berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan itu menjadi OTT ketujuh KPK sepanjang tahun 2026.

1. KPK sudah mengonfirmasi soal penangkapan Fadia Arafiq

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Dok. Pemkab Pekalongan)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut.

"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Saat ini, petugas sedang membawa Fadia menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki batas waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang tertangkap. Hingga kini, KPK belum memaparkan secara rinci mengenai dugaan perkara atau konstruksi kasus yang memicu operasi tangkap tangan tersebut.

2. Profil dan perjalanan karier Fadia Arafiq

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Dok. Pemkab Pekalongan)

Fadia Arafiq lahir dengan nama Laila Fathiah pada 23 Mei 1978 di Jakarta. Ia merupakan putri dari penyanyi dangdut legendaris A. Rafiq. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat mengikuti jejak sang ayah sebagai penyanyi dangdut dan namanya populer lewat lagu "Cik Cik Bum Cum" pada tahun 2000.

Perempuan bernama dan bergelar lengkap Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., ini menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta (SDN Karet Tengsin 14, SMPN 8, SMAN 58). Ia kemudian melanjutkan studi S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang, S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang, dan pendidikan doktoral (S3) di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Sebagai politikus Partai Golkar, kariernya bermula saat menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan (2011–2016) mendampingi Amat Antono. Ia juga memegang posisi strategis sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan dan Ketua KNPI Jawa Tengah pada periode 2016–2021.

Kariernya semakin menanjak ketika memenangkan Pemilihan Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2026 berpasangan dengan Riswadi. Ia kemudian terpilih kembali untuk masa jabatan 2025–2030 bersama H. Sukirman, S.S., M.S.

Mereka baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

3. Harta kekayaan LHKPN Fadia Arafiq

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Dok. Pemkab Pekalongan)

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2025 yang rilis untuk publik pada 27 Juni 2025, Fadia mencatatkan total kekayaan sebesar Rp85.623.500.000 (Rp85,6 miliar). Aset fantastis ini bersumber dari kepemilikan tanah dan bangunan, alat transportasi, hingga harta bergerak lainnya.

Porsi terbesar kekayaannya berasal dari aset properti senilai Rp74.290.000.000. Aset ini terdiri atas puluhan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Pekalongan, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Semarang, hingga Badung.

Meski memiliki kekayaan puluhan miliar rupiah, posisi Fadia saat ini tergeser dari predikat kepala daerah terkaya di Jawa Tengah. Posisi teratas tersebut kini diduduki oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang mencatatkan total kekayaan mencapai Rp138.212.342.617.

Editorial Team