- Bahan Isian: Wedang ronde wajib memiliki bola-bola ketan kenyal (ronde) yang biasanya diisi pasta kacang manis. Isian pendampingnya meliputi kacang tanah sangrai dan terkadang kolang-kaling. Sementara itu, sekoteng memiliki isian yang lebih ramai, terdiri atas kacang hijau, potongan roti tawar, kolang-kaling, mutiara atau pacar cina, dan kacang sangrai.
- Kuah Jahe: Kuah ronde terbuat dari air jahe panas yang dicampur gula merah atau putih. Kuah sekoteng juga menggunakan air jahe panas, namun sering kali ditambah dengan susu kental manis.
- Tekstur: Tekstur wedang ronde dominan kenyal karena keberadaan bola ketan. Sebaliknya, sekoteng menawarkan tekstur yang beragam berkat perpaduan kelembutan roti dan kerenyahan kacang-kacangan.
- Asal Usul: Istilah ronde berasal dari kata Tangyuan asal Tiongkok yang diadaptasi secara lokal. Minuman ini lebih populer di area Jawa Tengah, seperti Salatiga atau Yogyakarta. Di sisi lain, sekoteng merupakan singkatan bahasa Jawa nyokot weteng (menggigit perut) atau su ko thung. Minuman ini sangat mudah ditemukan di Jawa Barat dan Jakarta.
Cara Membedakan Wedang Ronde dan Sekoteng Serta Resepnya

- Wedang ronde dan sekoteng sama-sama berbahan dasar jahe, namun berbeda pada isian, tekstur, serta asal usul daerahnya di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
- Wedang ronde menonjolkan bola ketan berisi kacang manis dengan kuah jahe gula merah atau putih, sedangkan sekoteng berisi roti tawar, kacang hijau, kolang-kaling, dan susu kental manis.
- Kedua minuman ini dapat dibuat di rumah dengan bahan sederhana; rahasia rasa hangat maksimal terletak pada penggunaan jahe emprit saat merebus kuah.
Wedang ronde dan sekoteng merupakan dua jenis minuman yang sama-sama menggunakan jahe untuk menghangatkan tubuh dan meredakan masuk angin. Meski terlihat serupa, kedua hidangan penutup tradisional itu memiliki perbedaan mendasar pada isian dan asal usulnya.
Bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati keduanya sekaligus, saat ini banyak penjual menawarkan menu "Ronde Sekoteng" yang menggabungkan isian lengkap sekoteng dengan bola ronde.
Perbedaan Utama Wedang Ronde dan Sekoteng
Berikut adalah rincian perbedaan antara kedua minuman hangat ini:
Resep Praktis Wedang Ronde

Untuk membuat bola ronde, siapkan 150 gram tepung ketan dan campur sedikit air hangat, lalu aduk sampai kalis. Buat isian dari kacang tanah sangrai yang ditumbuk kasar dan dicampur sedikit gula pasir. Bulatkan adonan ketan, masukkan isian kacang, lalu rebus di air mendidih sampai mengapung.
Untuk membuat kuah jahe, rebus air bersama jahe (bakar dan geprek), serai, serta gula merah atau putih sesuai selera sampai mendidih dan aroma jahenya kuat. Letakkan bola ronde di mangkuk, siram dengan kuah jahe panas, dan taburi kacang tanah sangrai sebelum disajikan.
Resep Praktis Sekoteng

Siapkan bahan isian matang di dalam mangkuk, yakni potongan kotak kecil roti tawar, kacang hijau rebus, mutiara atau pacar cina rebus, irisan tipis kolang-kaling rebus, dan kacang tanah sangrai.
Untuk membuat kuah jahe, rebus air bersama jahe geprek, kayu manis, dan gula pasir hingga mendidih. Tata semua bahan isian di mangkuk, tuangkan kuah jahe panas, lalu tambahkan kucuran susu kental manis putih sesuai selera pada bagian atasnya.
Sebagai tambahan tips praktis, gunakan jahe emprit (jahe kecil) saat merebus kuah agar rasa pedas hangatnya lebih terasa kuat di tenggorokan. Silakan praktikkan resep ini di rumah dan bagikan panduan kuliner ini kepada kerabat terdekat agar mereka juga bisa menikmati kehangatannya!


















