Semarang, IDN Times - Euforia mudik ke Jawa Tengah mungkin masih membekas. Ingatan tentang tawa bersama keluarga di bawah pohon kersen, aroma opor ayam buatan simbah, hingga keseruan berbagi "angpao" terasa hangat di ingatan.
Namun, begitu kembali ke kota perantauan, kenyataan mulai menyapa: tumpukan tenggat waktu (deadline) di meja kantor dan saldo ATM yang menipis.
Fenomena Post-Lebaran Blues iitu sangat nyata. Berikut adalah cara bertahan di fase transisi ini tanpa kehilangan kewarasan dalam bekerja.
