Cari Pendaki Hilang di Mongkrang, Tim SAR Pakai Pemantau Thermal

- Pencarian pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, terus diintensifkan oleh tim SAR.
- Pendaki Yasid Ahmad Firdaus (26) hilang saat mendaki bersama tiga rekannya pada Minggu (18/1/2026) pagi.
- Operasi pencarian melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi dan relawan lokal dengan menggunakan kamera thermal untuk mempercepat deteksi.
Karanganyar, IDN Times – Upaya pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Karanganyar yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, terus diintensifkan. Memasuki hari ketiga pencarian pada Rabu (21/1/2026), tim gabungan belum menemukan titik terang terkait keberadaan pemuda tersebut.
Peristiwa bermula saat Yasid mendaki bersama tiga rekannya—Cahya, Salman, dan Riyan—pada Minggu (18/1/2026) pagi. Mereka sempat mencapai puncak pukul 08.00 WIB.
Saat melewati Pos 3, formasi rombongan terpecah. Salman dan Cahya yang berada di barisan depan tiba di basecamp lebih dulu, disusul Riyan yang berada di barisan paling belakang. Namun, Yasid yang seharusnya berada di posisi ketiga justru tidak kunjung muncul.
Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyatakan bahwa pencarian kini tidak lagi terfokus di jalur utama. Tim mulai menyisir jalur Candi 1, Candi 2, Sangitan, Pagerdowo, hingga Pos Bayangan. Petugas juga memeriksa jalur Mrutu Sewu yang sebelumnya sempat dicurigai sebagai lokasi tersesatnya korban.
Pencarian skala besar ini melibatkan ratusan personel yang terbagi dalam 5 SRU (Search and Rescue Unit). Kekuatan ini terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan lokal. Untuk mempercepat deteksi, tim di lapangan juga dibekali alat pemantau thermal guna mendeteksi suhu tubuh di area hutan yang lebat.
Hingga Rabu sore, operasi SAR masih nihil hasil. Kendala medan dan cuaca di kawasan lereng Gunung Lawu menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan.
"Pencarian sudah memasuki hari ketiga. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk relawan dan institusi terkait, namun hingga sore ini belum membuahkan hasil," ujar Hendro Prayitno.

















