Digitalisasi Administrasi di KDMP Margasana

- KDMP Margasana di Banyumas menerapkan aplikasi POS dari PT Agrinas Pangan Nusantara sejak beroperasi pada Mei 2026, dengan pelatihan dan bantuan teknis untuk menangani kendala stok serta data produk.
- Sembako, terutama minyak goreng berharga khusus, menjadi penjualan utama. Namun, pemenuhan pesanan dari Agrinas dinilai lambat, sehingga rak kosong masih menjadi keluhan warga.
- Koperasi menawarkan harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, khususnya beras. Pendapatan harian berkisar Rp100.000–Rp600.000, sementara pengelola berharap stok, administrasi, kesejahteraan karyawan, dan keterlibatan UMKM lokal meningkat.
Banyumas, IDN Times - Di Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, berdiri Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Margasana yang menjadi salah satu wujud nyata upaya memperkuat ekonomi desa melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Koperasi ini tidak hanya mengandalkan sistem konvensional, tetapi sudah memanfaatkan digitalisasi administrasi dan penjualan sejak awal operasional pada Mei 2026 yang lalu.
1. Sistem digitalisasi yang digunakan

Deswita Damayati, kasir KDMP Margasana, sistem pembelian dan penjualan sudah menggunakan aplikasi POS (Point of Sale) yang disediakan langsung oleh pihak PT Agrinas Pangan Nusantara, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Menurut Deswita Damayati, kasir KDMP Margasana, sistem pembelian dan penjualan sudah menggunakan aplikasi POS (Point of Sale) yang disediakan langsung oleh pihak PT Agrinas Pangan Nusantara. Aplikasi ini datang bersama perangkat, sehingga petugas hanya perlu mengelola transaksi penjualan sehari-hari.
Pelatihan pengoperasian dilakukan sebelum operasional resmi dimulai. Tim dari Agrinas/Petablinas memberikan bimbingan langsung di lokasi serta melalui Zoom meeting. Bahkan di awal-awal operasional, tim lapangan sering datang untuk memantau perkembangan dan membantu mengatasi kendala.
Kendala yang pernah muncul antara lain ketidaksesuaian stok antara sistem dengan kondisi fisik di toko serta kesalahan rincian produk. Saat terjadi masalah, petugas langsung menghubungi tim Agrinas. Responsnya relatif cepat dari tim Agrinas wilayah dilanjutkan ke teknisi, dan sering diselesaikan melalui Zoom meeting.
2. Barang laku, pengelola ingin stok dipercepat bila ada order

Minyak goreng dan beras menjadi salah satu stok barang yang paling laku karena merupakan kebutuhan harian, nampak warga Margasana ketika beli minyak goreng, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) KDMP Margasana buka pukul 08.00–17.00 WIB. Saat ini belum menerapkan sistem shift, sehingga jam operasional masih mengikuti jam kerja biasa.
Barang yang paling cepat laku adalah minyak goreng, terutama yang harganya lebih miring dari pasaran. Stok minyak dengan harga khusus biasanya terbatas (pernah hanya 6 karton) dan langsung habis, sementara merek regular seperti Fortune bisa mencapai 50-an karton lebih. Secara keseluruhan, sembako menjadi andalan penjualan.
"Sementara ini semua barang dipasok dari Agrinas. Ketika stok habis, petugas membuat PO (Purchase Order). Proses pemenuhan PO masih sering dinilai lambat, sehingga terkadang rak masih kosong dan menjadi keluhan utama warga,"katanya.
3. Manfaat bagi masyarakat dan harapan warga

Rifatwada Irbah, Assistant Manager KDMP Margasana sebut keberadaan koperasi ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga karena harga lebih terjangkau terutama jenis sembako, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Rifatwada Irbah, Assistant Manager KDMP Margasana, menjelaskan bahwa manfaat utama yang dirasakan masyarakat adalah harga yang lebih terjangkau, khususnya beras. Banyak warga desa dan bahkan pemilik warung/rumah makan memilih belanja di sini karena lebih hemat.
Warga tidak hanya mengapresiasi harga murah, tetapi juga berharap KDMP bisa membantu menekan pengeluaran rumah tangga. "Harapan terbesar kami sederhana namun penting barang kebutuhan pokok selalu tersedia, stok lengkap, dan tidak kosong,"kata Aji warga Margasana.
Saat ini belum ada pelaku UMKM lokal yang menitipkan produk (misalnya kripik atau hasil olahan lainnya). Padahal potensi ada. Harapan ke depan adalah semakin banyak warga yang bisa menitipkan produk UMKM di KDMP, sehingga koperasi tidak hanya menjadi tempat belanja murah, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi lokal.
4. Pengawasan internal dan harapan penghasilan

Keberadaan KDMP Margasana di pinggir jalan utama propinsi dan dekat dengan pemukiman warga diharapkan mampu menghasilkan kesejahteraan masyarakat sekitar, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Sebagai Assistant Manager, Rifatwada setiap hari mengawasi jadwal piket, melakukan stock opname harian, serta mengecek kondisi barang. Ia merasa senang bekerja di KDMP karena lokasi dekat dengan rumah dan rekan-rekan kerja juga warga setempat.
Harapan pengelola terhadap KDMP Margasana antara lain:
- Sistem administrasi dan komunikasi dengan tim Agrinas semakin rapi dan minim miskomunikasi.
- Stok barang semakin lengkap dan proses PO lebih cepat.
- Kesejahteraan karyawan (termasuk tunjangan) dapat meningkat seiring kemajuan koperasi.
- KDMP terus berkembang menjadi lebih maju dan bermanfaat bagi warga Margasana.
Berdasarkan observasi operasional, pendapatan harian KDMP Margasana berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp600.000. Angka ini masih fluktuatif tergantung ketersediaan stok, khususnya sembako dan minyak goreng yang menjadi penopang utama omzet


















