Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ditres PPA Polda Jateng Selidiki Dugaan Pelecehan Kader HMI

Ditres PPA Polda Jateng Selidiki Dugaan Pelecehan Kader HMI
Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jawa Tengah sedang menindaklanjuti kasus yang dialami seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang

Penyidik Ditres PPA telah menerima aduan dari kader HMI yang dimaksud karena telah mengalami indikasi tindakan pelecehan seksual

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto mengungkapkan kasus yang dialami kader HMI itu semula dilaporkan ke SPKT Polda Jateng. Kemudian selanjutnya diteruskan kepada penyidik Ditres PPA. 

"Kasusnya lebih jelasnya seperti apa, kita belum tahu persis. Akan tetapi hari Rabu ini pihak pelapor sudah diminta datang ke Ditres PPA untuk diminta memberi keterangan lebih lanjut. Hanya saja berprosesnya kayak gimana, kami belum terinfo lagi," kata Artanto saat dikontak IDN Times, Rabu (25/3/2026). 

Pihaknya menjelaskan proses penyelidikan kini sedang dikerjakan tim Ditres PPA. Pihaknya membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima informasi bahwa kroscek kebenaran juga dilakukan dengan melihat postingan dari HMI Unissula Semarang di akun instagram. 

Untuk saat ini tahapan proses administrasi untuk menindaklanjuti kasus kader HMI tersebut sedang berlangsung. 

"Terkait postingan tersebut, pelapor sudah membuat aduan di SPKT Polda Jateng, administrasi dan komunikasi sudah berproses," tuturnya. 

Ia berkata perwakilan BEM Unissula Semarang akan dipanggil ke Ditres PPA Kamis (26/3/2026) besok. Pemanggilan juga ditujukan kepada pelapor sekaligus korban. 

"Selanjutnya pelapor beserta pihak BEM akan hadir ke Ditres PPA pada hari Kamis tanggl 26 Maret 2026," ujarnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

ESDM Jateng Sarankan Warga Hemat BBM: Energi Fosil Gak Bisa Diperbarui

26 Mar 2026, 07:00 WIBNews