Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam 1448 H, Baca di Waktu Krusial Ini
ilustrasi sedang berdoa (pexels.com/Noval Kho)
  • Pergantian Tahun Baru Islam 1448 H menjadi momen refleksi diri bagi umat Muslim dengan amalan utama membaca doa akhir dan awal tahun sebagai bentuk tobat serta harapan berkah.
  • Waktu krusial pembacaan doa adalah menjelang Maghrib di akhir Dzulhijjah untuk doa penutup tahun, dan setelah Maghrib malam 1 Muharram untuk doa awal tahun baru.
  • Umat dianjurkan berwudu, menghadap kiblat, serta memahami makna doa agar lebih khusyuk dalam memohon ampunan dan perlindungan di pergantian tahun Hijriah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pergantian tahun Hijriah merupakan momen krusial bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi diri (muhasabah). Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan adalah memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Momen pergantian tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan waktu mustajab untuk menutup lembaran lama dengan permohonan ampunan dan membuka lembaran baru dengan limpahan berkah.

1. Waktu Krusial Membaca Doa

ilustrasi berdoa (pexels.com/Dwi Setyo)

Berbeda dengan penanggalan Masehi yang berganti pada tengah malam, pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam (waktu Maghrib). Oleh karena itu, catat waktu krusial berikut agar tidak terlewat:

Doa Akhir Tahun: Dibaca pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, menjelang waktu Maghrib (antara waktu Ashar hingga sebelum azan Maghrib berkumandang).

Doa Awal Tahun: Dibaca setelah memasuki waktu Maghrib atau selepas salat Maghrib pada malam 1 Muharram.

2. Bacaan Doa Akhir Tahun dan Artinya

ilustrasi berdoa (freepik.com/jcomp)

Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk penyesalan atas khilaf yang dilakukan selama setahun ke belakang, sekaligus rasa syukur atas perlindungan-Nya.

"Allâhumma mâ ‘amiltu fî hâdzihis sanati mimmâ nahaitanî ‘anhu fa lam atub minhu, wa lam tardlahu wa lam tansahu, wa halimta ‘alayya ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati minhu ba‘da jur’atî ‘alâ ma‘shiyatika. Fa innî astaghfiruka faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardlâhu wa wa‘adtanî ‘alaihits tsawâba, fa as’aluka an taqabalahu minnî wa lâ tations qatha‘ rajâ’î minka yâ karîm."

Artinya:

"Ya Tuhanku, aku memohon ampun atas perbuatanku di tahun ini yang Engkau larang namun aku belum bertobat, perbuatan yang tidak Engkau ridhai dan Engkau lupakan, serta kebaikan yang Engkau maklumi meski Engkau berkuasa menyiksaku. Aku memohon ampunan-Mu, maka ampunilah aku."

3. Bacaan Doa Awal Tahun dan Artinya

ilustrasi berdoa di sore hari (freepik.com/zurijeta)

Doa awal tahun dipanjatkan dengan harapan agar setahun ke depan kita diberi kekuatan iman, keselamatan, dan dijauhkan dari godaan setan.

"Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Wa hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm."

Artinya:

"Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, tahun baru ini telah tiba. Aku memohon perlindungan-Mu di tahun ini dari setan dan para pengikutnya, serta pertolongan atas nafsu yang mendorong keburukan, agar aku sibuk dengan amalan yang mendekatkanku kepada-Mu."

4. Tips Mengamalkan Doa di Hari Berganti

ilustrasi berdoa (pexels.com/Tara Winstead)

Untuk mendapatkan kekhusyukan yang maksimal pada momen transisi tahun 1448 H ini, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

Sediakan Waktu Khusus: Hindari aktivitas yang padat mendekati jam Maghrib agar bisa fokus berdoa.

Berwudu dan Menghadap Kiblat: Kondisikan diri dalam keadaan suci saat membaca untaian doa ini.

Pahami Maknanya: Membaca doa sembari meresapi artinya akan membuat hati lebih bergetar dan tulus dalam memohon.

Mari kita tutup tahun yang lalu dengan pertobatan yang tulus dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 H dengan optimisme serta iman yang lebih kuat. Kesempatan berbenah itu ada di waktu-waktu krusial ini, jangan sampai terlewat!

Editorial Team

Related Article