Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk melakukan pembenahan crossing drainase yang berada di bawah Flyover Jalan Madukoro. Sebab, di lokasi tersebut terjadi penyempitan saluran dan dapat memicu banjir.
Drainase Flyover Madukoro Semarang Bermasalah, Bisa Jadi Pemicu Banjir

1. Pemkot koordinasi dengan BPJN
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJN untuk menyampaikan masalah penyempitan saluran di bawah Flyover Madukoro.
"Saya sudah minta ke BPJN untuk pembenahan crossing sebelah kantor ESDM atau tepatnya di bawah Flyover Madukoro. Karena terjadi (penyempitan-red) dari besar kemudian menjadi kecil dan tertutup akibat pembangunan flyover," ungkapnya, Selasa (26/3/2024).
Menurut dia, curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu yang lalu, membuat Perumahan Semarang Indah dan sejumlah kantor di Jalan Madukoro Raya terdampak genangan. Hal itu disinyalir adanya penyempitan saluran.
2. Buat kawasan Puri Anjasmoro tergenang
"Ini salah satunya yang menyebabkan air meluber saat terjadi hujan, karena air gak bisa segera masuk ke kali ini," kata perempuan yang akrab disapa Ita.
Selain itu, penyempitan saluran itu juga membuat kawasan Puri Anjasmoro tergenang karena crossing menuju Rumah Pompa Madukoro tak lancar.
"Ini jelas berdampak ke masyarakat, seperti contohnya yang crossing dari Puri Anjasmoro ke rumah pompa Yos Sudarso ini kan juga lama. Karena elevasinya tinggi tapi mau masuk ke Yadora itu kecil dan air harus ngantre. Sehingga kalau crossingnya besar bisa ditarik pompa, sehingga cepat tidak terjadi genangan di wilayah ini," jelasnya.
Hal tersebut juga terjadi di wilayah Puri Anjasmoro yang saluran airnya besar tapi crossingnya kecil.
3. Cari solusi masalah banjir di Semarang
"Saya minta dua hal ke BPJN, terkait crossing dan pelurusan jembatan. Harapannya BPJN bisa membantu pembiayaannya sekaligus pengerjaan," terang Ita.
Sementara itu, Pemkot Semarang terus mencari solusi terkait permasalahan genangan dan banjir di Ibu Kota Jawa Tengah. Salah satunya dengan berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Kami berharap bisa segera terealisasi. Jangan sampai flyover (Jalan Madukoro-red) sudah dibangun, penataannya sudah bagus tapi saat terjadi curah hujan yang tinggi malah terjadi permasalahan," tandasnya.