Semarang, IDN Times - Hati-hati apabila mengajak anak-anak berwisata. Terutama ketika meninggalkan anak di dalam mobil. Sebab, lengah sedikit bisa berakibat fatal.
Salah satu kejadian tak mengenakan yang dialami Dina Rosyida saat plesiran bersama suami dan anak tercintanya di Semarang.
Dina awalnya sedang berwisata dengan menikmati soto ayam di kampung wisata pinggir sawah Jalan Pandaan Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Sabtu (2/5/2026) pagi.
Namun, situasi di pagi hari yang semula syahdu mendadak berubah jadi menegangkan. Bahkan sekeluarga jadi serba panik, tatkala sang anak tercinta kedapatan terkunci di dalam mobil Toyota Avanza miliknya.
Karena semuanya sudah panik dan harap-harap cemas dengan kondisi sang anak, maka jam 07.25 pagi pun Dina bergegas mengontak kantor Damkar Kota Semarang.
Bayu Kusuma, personel dari Pleton 4 Damkar Kota Semarang berkata Dina menelepon pihaknya karena anaknya yang bernama Aleeya Nuna Kamila terkunci di dalam Avanza.
Ia mendapat cerita dari Dina bahwa ketika sedang menyantap soto bersama keluarganya, sekelebat Dina berniat mengganti popok anaknya di dalam mobil.
Popok yang dicari Dina ternyata ketinggalan di tas. Setelah mengambil popok di tas yang berada di warung makan, mobil tiba-tiba terkunci otomatis.
"Kemudian ibu dina menelepon pemadam kebakaran via hotline Damkar pada jam 07.30, melaporkan bahwa anaknya bernama Aleeya Nuna Kamila terkunci di dalam Avanza miliknya," kata Bayu kepada IDN Times.
Diketahui juga kalau sang anak yang terkunci di Avanza berumur kurang lebih 1,5 tahun.
Setelah dapat laporan, dirinya bersama Pleton 4 meluncur ke lokasi kejadian memakai mobil rescue dobel kabin. Lantaran situasinya dirasa urgent, sirine mobil rescue Damkar meraung-raung sepanjang perjalanan.
"Karna pakek sirine cuman 15 menitan. Kalo gak pakek sirene estimasi 40 menitan," kata Bayu menceritakan perjuangannya meluncur ke lokasi kejadian.
Bayu bilang proses evakuasi hampir memakan waktu sejam karena posisi Avanza terkunci otomatis. Tak kurang akal, upaya evakuasi akhirnya menggunakan alat airbag kecil yang sengaja dibawa dari markas.
"Itu peralatan khusus buat meregangkan pintu mobil. Dibawa dari markas. Evakuasinya 50 menitan," ungkapnya.
Ia mengatakan proses evakuasi tak menemui kendala yang berarti. Karena pintu Avanza bagian tengah bisa dibuka dengan cepat. Pihaknya juga lega bisa menyelamatkan sang anak. "Proses Evakuasi berlangsung aman dan anak berhasil diamankan sekitar pukul 08.30 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Korban) masih baik-baik saja," tandasnya.
