Dubes Iran Kecam Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Ajak Tolak Perang

- Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengecam keras tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon dan menilai serangan terhadap pasukan perdamaian sebagai pelanggaran serius hukum internasional.
- Ia menyampaikan duka mendalam, menyebut para prajurit sebagai syahid yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia, serta menegaskan dukungan Iran terhadap misi perdamaian Indonesia.
- Boroujerdi mengajak masyarakat Indonesia untuk menolak perang dan bersama-sama menggaungkan pesan perdamaian demi menghentikan penderitaan akibat konflik bersenjata.
Surakarta, IDN Times - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengecam keras insiden tewasnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Ia menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
1. Sebut serangan langgar hukum internasional

Boroujerdi menegaskan, pasukan perdamaian seharusnya tidak menjadi target dalam konflik bersenjata. Ia menyebut tindakan penyerangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap norma dan aturan global.
Menurutnya, pihak yang terlibat dalam konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk melindungi personel yang bertugas menjaga stabilitas.
“Rezim Zionis Israel merupakan sebuah rezim pembunuh yang melakukan langkah-langkah keji. Mereka tidak patuh terhadap peraturan dunia. Bahkan, mereka menjadikan sasaran pihak atau tentara yang telah dipersiapkan untuk menjaga perdamaian. Ini merupakan sebuah hal yang tentu harus dikutuk,” ujarnya yang berkunjung ke Balaikota Solo, Rabu (1/4/2026).
Ia juga secara tegas menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, meski ada bantahan dari pihak terkait.
“Tentu bagi pihak yang terlibat dalam peperangan seharusnya mereka patuh terhadap peraturan internasional. Pusat-pusat, badan-badan, para pihak yang bertugas untuk menjaga perdamaian seharusnya dikecualikan terhadap serangan. Tetapi rezim Zionis Israel yang pendiriannya merupakan hal ilegal, tentu tidak patuh terhadap peraturan, etika, dan norma-norma. Iran merupakan negara yang bersahabat dengan Lebanon. Yang melakukan penyerangan tentunya merupakan rezim Zionis Israel,” tegasnya.
2. Sampaikan duka dan sebut prajurit sebagai syahid

Boroujerdi menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit Indonesia. Ia menyebut para korban sebagai sosok yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
Melalui pernyataan resminya, Iran sebelumnya juga telah mengecam insiden tersebut dan menilai peristiwa itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Kami beberapa hari yang lalu melalui saluran resmi media sosial Kedutaan Besar Republik Islam Iran telah mengutuk keras pembunuhan yang terjadi. Peristiwa ini menyebabkan anggota TNI mencapai tingkat kesyahidan,” jelasnya.
Menurutnya, pengorbanan prajurit TNI tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian global.
3. Ajak masyarakat ikut kampanye antiperang

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi turut mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut menyuarakan penolakan terhadap perang. Ia menilai konflik bersenjata hanya membawa penderitaan, terutama bagi masyarakat sipil.
Ia mengundang berbagai elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk bersama-sama menggaungkan pesan perdamaian.
“Peperangan adalah sesuatu yang harus ditolak. Membunuh masyarakat tidak berdosa adalah hal yang salah,” tegasnya.


















