Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Duh! Rekening Penerima Bansos di Semarang Terindikasi Pinjol dan Judol
IIustrasi penyaluran bansos di POS. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Dinsos Kota Semarang menemukan sekitar 3.000 rekening warga desil 1–4 penerima bansos terindikasi terkait pinjol atau judol melalui deteksi yang melibatkan PPATK.
  • Indikasi aktivitas tersebut dapat mengubah status penerima hingga bantuan hilang, meski pembaruan desil juga mempertimbangkan perubahan kondisi sosial dan ekonomi warga.
  • Dinsos membuka usulan perubahan desil setiap bulan lewat kecamatan, kelurahan, dan RT/RW; data kemudian dikompilasi, dikirim ke Kemensos, serta divalidasi bersama BPS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (20/8/2026)

Dinsos Kota Semarang mengungkap sekitar 3.000 rekening penerima bansos terindikasi dipakai untuk judol dan pinjol berdasarkan deteksi yang melibatkan PPATK. Temuan ini dapat mengubah status penerimaan bansos warga desil 1–4.

setiap bulan

Dinsos mengirim surat kepada camat dan lurah untuk mengusulkan perubahan desil serta penerima bantuan sosial. Usulan warga kemudian dapat diverifikasi dan dimusyawarahkan di tingkat wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sekitar 3.000 rekening warga penerima bansos atau kelompok desil rendah di Kota Semarang terindikasi digunakan untuk aktivitas pinjaman online dan judi online dalam pemutakhiran data sosial.
  • Who?
    Warga Kota Semarang pada desil 1–4, Dinas Sosial Kota Semarang, PPATK, camat, lurah, RT/RW, Kementerian Sosial, dan BPS terlibat dalam pendeteksian serta pembaruan data.
  • Where?
    Temuan dan proses pembaruan data berlangsung di Kota Semarang, dengan usulan perubahan data dihimpun melalui tingkat RT/RW, kelurahan, dan kecamatan.
  • When?
    Kepala Dinsos Kota Semarang Agus Junaidi menyampaikan temuan tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dinsos mengusulkan perubahan desil dan bantuan sosial setiap bulan.
  • Why?
    Aktivitas keuangan penerima bansos turut terdeteksi dalam pemutakhiran data. Indikasi pinjol atau judol dapat memengaruhi status bantuan, sementara kondisi sosial-ekonomi warga juga menjadi dasar perubahan desil.
  • How?
    PPATK membantu mendeteksi indikasi transaksi. Dinsos menerima usulan dari camat dan lurah, melakukan verifikasi atau musyawarah wilayah, lalu mengompilasi data untuk Kementerian Sosial dan validasi BPS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Semarang, sekitar 3.000 rekening warga penerima bantuan diduga dipakai untuk pinjaman online atau judi online. Dinas Sosial menemukan ini bersama PPATK. Warga yang masuk kelompok miskin bisa kehilangan bantuan. Tetapi data warga masih diperiksa lagi tiap bulan oleh lurah, camat, Dinas Sosial, Kementerian Sosial, dan BPS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Proses pemutakhiran data di Semarang menunjukkan upaya menjaga penyaluran bansos tetap sesuai kondisi warga. Deteksi yang melibatkan PPATK dipadukan dengan usulan bulanan dari wilayah, verifikasi lurah-camat, serta validasi BPS. Mekanisme ini juga membuka ruang pembetulan bagi warga tidak mampu yang tercatat pada desil tidak sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Ribuan rekening warga dalam kelompok desil rendah atau penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Semarang terindikasi melakukan aktivitas pinjaman online (pinjol) atau judi online (judol). Hal itu ditemukan dalam proses pemutakhiran data yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang. 

1. Bisa berdampak pada status penerimaan bansos

Ilustrasi bansos/ Dok Kemensos

Kondisi tersebut akan berdampak pada status penerimaan bansos karena aktivitas keuangan penerima menjadi salah satu data yang turut terdeteksi dalam proses pemutakhiran.

Kepala Dinsos Kota Semarang, Moh Agus Junaidi mengatakan, data tersebut diperoleh melalui proses deteksi yang melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Di Kota Semarang banyak yang diindikasi rekeningnya, namanya dipakai untuk judol dan pinjol. Ada 3.000-an,” ungkapnya, Kamis (20/8/2026).

Adapun, dampak bagi warga yang sebelumnya masuk desil 1-4 atau selama ini menjadi sasaran utama program bansos, lalu terindikasi aktivitas tersebut dapat berujung pada perubahan status penerimaan bantuan.

2. Data warga akan terus diperbarui

IIustrasi penyaluran bansos di POS. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

“Iya, desil 1 sampai 4 selama ini dia menerima bansos. Dia rekeningnya karena ini kan melibatkan PPATK untuk deteksi keterlibatan di judol dan pinjol, ya sudah bantuannya hilang,” ujarnya.

Kendati demikian, perubahan status desil tidak hanya dipengaruhi oleh temuan terkait pinjol maupun judol. Sebab, data warga akan terus diperbarui karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah.

Dinsos sendiri melakukan mekanisme pengusulan perubahan desil setiap bulan melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan.

"Jadi, untuk proses mekanisme pengusulan desil, setiap bulan dari Dinas Sosial sudah melakukan surat atau bersurat kepada camat-lurah untuk melakukan usulan perubahan desil dan usulan bantuan sosial setiap bulan yang ditandatangani oleh Pak Sekda (Sekretaris Daerah)," terang Agus.

3. Data akan divalidasi oleh BPS

Ilustrasi Bansos (Foto: IDN Times)

Selanjutnya, kata dia, usulan tersebut akan menjadi dasar bagi lurah dan camat untuk melakukan verifikasi maupun musyawarah di tingkat wilayah. Masyarakat yang merasa terdapat ketidaksesuaian pada data desil juga dapat diusulkan untuk dilakukan perubahan.

"Nah, dasar dari itu nanti lurah dan camat bisa melakukan verifikasi atau musyawarah, meninjau ulang atau memverifikasi warganya kalau terjadi kesalahan desil," tuturnya.

Agus mencontohkan, warga yang secara kondisi ekonomi tergolong tidak mampu tetapi tercatat pada desil 6 sampai 10 dapat diusulkan untuk dilakukan pembaruan data.

"Jadi, dasarnya nanti dari RT/RW mengusulkan warganya misalkan warga tidak mampu desilnya kok masuk kategori desil 6 sampai dengan 10, itu nanti bisa dilakukan usulan perubahan pembaruan desil," jelasnya.

Setelah usulan diterima Dinas Sosial, data dari seluruh Kota Semarang dikompilasi untuk selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Sosial. Data tersebut kemudian divalidasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Curated For You

Editorial Team

Related Article