Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Eksekusi Hotel Kencana Sari Berakhir Ricuh, Massa dan Aparat Bentrok
Ketegangan terjadi saat eksekusi banguna Hotel Kencana Sari di Baturaden, dua orang sempat diamankan namun tidak ditahan, Kamis (20/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Eksekusi Hotel Kencana Sari di Ketenger, Banyumas, ricuh setelah massa pendukung Rheza Paleva menolak penguncian objek sengketa dan bentrok dengan aparat.
  • Polisi menguasai lokasi sekitar 45 menit kemudian, melanjutkan penguncian hotel, serta menyerahkan kunci kepada pihak pemohon, Aris Setyowiyati.
  • Kedua pihak berbeda pandangan soal dasar putusan eksekusi, namun sama-sama membuka komunikasi damai; Polres Banyumas mengusut kericuhan dan menjaga lokasi hingga malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak pagi

Warga dan ratusan pendukung Rheza Paleva berkumpul di depan Hotel Kencana Sari untuk menyaksikan dan menghalangi eksekusi.

sekitar pukul 10.00 WIB

Pengadilan Agama Purwokerto memulai eksekusi dengan pembacaan penetapan. Massa kemudian menolak penguncian hotel, memicu bentrokan dengan aparat.

sekitar 45 menit

Polisi menguasai lokasi setelah pembubaran paksa. Penguncian hotel dilanjutkan dan kunci diserahkan kepada Aris Setyowiyati.

Hingga malam hari

Situasi di sekitar Hotel Kencana Sari masih dijaga ketat aparat. Polres Banyumas menyatakan akan mengusut pihak yang terlibat kericuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Eksekusi Hotel Kencana Sari berakhir ricuh setelah massa pendukung Rheza Paleva bentrok dengan aparat saat petugas hendak mengunci objek sengketa.
  • Who?
    Massa pendukung Rheza Paleva, aparat kepolisian, Pengadilan Agama Purwokerto, Aris Setyowiyati sebagai pemohon, serta kuasa hukum kedua pihak terlibat dalam proses tersebut.
  • Where?
    Kericuhan terjadi di Hotel Kencana Sari, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
  • When?
    Eksekusi berlangsung Kamis, 20 Agustus 2026, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga malam, aparat masih menjaga ketat area hotel.
  • Why?
    Bentrokan terjadi karena massa menolak penguncian hotel dan penyerahan kunci kepada Aris Setyowiyati. Kuasa hukum Rheza juga menilai putusan yang dieksekusi tidak memuat amar penghukuman tegas.
  • How?
    Setelah pembacaan penetapan, massa menghalangi penguncian dan terjadi dorong-mendorong. Polisi membubarkan massa, menguasai lokasi sekitar 45 menit kemudian, lalu penguncian serta penyerahan kunci tetap dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Hotel Kencana Sari di Banyumas, petugas mau mengunci hotel dan memberi kuncinya kepada Aris Setyowiyati. Banyak pendukung Rheza Paleva menolak. Mereka dan polisi lalu saling dorong, jadi ramai dan kacau. Polisi akhirnya menguasai tempat itu dan hotel tetap dikunci. Sekarang polisi masih menjaga hotel dan mencari orang yang ikut membuat keributan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah ketegangan eksekusi, proses hukum tetap berjalan hingga penguncian hotel selesai dan kunci diserahkan kepada pihak pemohon. Yang lebih penting, kedua pihak masih menyatakan keterbukaan untuk berkomunikasi, sementara Rheza melalui kuasa hukumnya membuka opsi penyelesaian secara kekeluargaan, termasuk buyback.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyumas, IDN Times – Proses eksekusi Hotel Kencana Sari di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berakhir ricuh pada Kamis (20/8/2026). Ketegangan yang semula terkendali berubah menjadi bentrokan antara massa pendukung Rheza Paleva dan aparat kepolisian.

Eksekusi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan pembacaan penetapan oleh Pengadilan Agama Purwokerto. Suasana di depan hotel sejak pagi sudah ramai. Sejumlah warga datang menyaksikan, sementara ratusan massa yang mengaku pendukung Rheza berkumpul dan bersiap menghalangi proses.

Panitera Pengadilan Agama Purwokerto, Helmi Ashari, S.H., sempat menyatakan pihaknya hanya menjalankan penetapan yang ada. Namun, usai pembacaan selesai, situasinya memanas.

1. Bentrok pecah usai massa menolak penguncian

Massa pendukung Rezha Paleva akhirnya pasrah ketika hotel kencana sari yang akan dieksekusi digembok oleh pihak panitera pengadilan agama Purwokerto, Kamis (20/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Ketegangan memuncak saat petugas hendak mengunci objek sengketa dan menyerahkan kunci kepada pihak pemohon, Aris Setyowiyati. Massa pendukung Rheza menolak dan mencoba menghalangi.

Dorong-mendorong terjadi, aparat kepolisian yang berjaga langsung merespons dengan pembubaran paksa.

Suasana berubah kacau, warga yang semula hanya menyaksikan berlarian menjauh setelah terjadi aksi dorong mendorong saat akan penguncian hotel.

Polisi akhirnya berhasil menguasai lokasi setelah sekitar 45 menit. Proses penguncian hotel tetap dilanjutkan. Kunci objek sengketa diserahkan kepada pihak Aris Setyowiyati.

2. Kedua belah pihak saling menyalahkan

Kuasa hukum Aris, Dr. Kurniawan Tri Wibowo, S.H., M.H., menyayangkan terjadinya kericuhan, Kamis (20/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Kuasa hukum Aris, Dr. Kurniawan Tri Wibowo, S.H., M.H., menyayangkan terjadinya kericuhan. Ia menegaskan proses hukum sudah final dan pihaknya hanya menjalankan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

"Kami tidak menginginkan kekerasan. Tapi eksekusi harus tetap jalan sesuai putusan,"ujarnya.

Sementara kuasa hukum Rheza, Doddy Prijosembodo, S.H., M.H., menilai situasi ricuh terjadi karena putusan yang dieksekusi dianggap tidak memiliki amar penghukuman yang tegas. Ia menyebut Putusan Nomor 878 bersifat declaratoir.

"Kalau memang memerintahkan pengosongan, seharusnya amarnya jelas. Situasi ini bisa dihindari jika ada komunikasi yang lebih baik,"kata Doddy.

3. Rheza masih buka peluang damai

Meski sempat terjadi bentrok, Rheza Paleva melalui kuasa hukumnya menyatakan masih membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan, termasuk opsi buyback, Kamis (20/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Meski sempat terjadi bentrok, Rheza Paleva melalui kuasa hukumnya menyatakan masih membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan, termasuk opsi buyback.

Pihak Aris juga mengaku tetap membuka ruang komunikasi. Namun, dengan terjadinya kericuhan, suasana semakin memanas dan peluang damai dinilai semakin sulit.

Polres Banyumas menyatakan akan mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan. Hingga malam hari, situasi di sekitar Hotel Kencana Sari masih dijaga ketat oleh aparat

Curated For You

Editorial Team

Related Article