Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fantastis! Biaya Internet Pemkab Blora Tembus Rp2,5 M , Bupati Bakal Evaluasi
ilustrasi internet (pexels.com/Matheus Bertelli)
  • Anggaran internet Pemkab Blora tahun 2026 mencapai Rp2,56 miliar dan menuai sorotan publik, membuat Bupati Arief Rohman berjanji melakukan evaluasi total demi efisiensi dana daerah.
  • Dinkominfo menemukan potensi anggaran ganda di Kecamatan Cepu senilai Rp47 juta, sementara data menunjukkan biaya internet Pemkab terus tinggi selama lima tahun terakhir.
  • Pemerintah akan meninjau ulang kebutuhan internet tiap dinas karena hanya empat instansi yang benar-benar memerlukan layanan mahal, agar sisa anggaran bisa dialihkan ke sektor prioritas warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Blora, IDN Times - Kabar mengenai anggaran fantastis untuk layanan internet di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora senilai Rp2,56 miliar pada tahun 2026 menjadi sorotan. Menanggapi keresahan warga akan efisiensi dana daerah, Bupati Blora Arief Rohman berjanji akan melakukan evaluasi total.

Arief menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan masukan masyarakat, terutama jika ada sektor lain yang jauh lebih membutuhkan alokasi dana tersebut.

1. Bupati akui belum tahu detail penggunaan anggaran

Ilustrasi internet (Freepik/Freepik)

Meski angka Rp2,56 miliar sudah masuk dalam pos anggaran, Bupati Arief Rohman secara jujur mengakui belum mengetahui secara rinci peruntukan dana tersebut.

"Terus terang saya belum tahu detail anggaran itu untuk apa saja. Sesuai dengan semangat efisiensi, kalau memang bisa dilakukan penghematan, tentu masukan dari masyarakat akan kita terima dengan baik," ujar Arief melansir dari Antara, Senin (13/4/2026).

Masalah utama yang terendus adalah belum adanya evaluasi teknis terkait kebutuhan internet di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Akibatnya, banyak dinas yang memilih "jalan sendiri" dengan berlangganan internet menggunakan anggaran masing-masing karena menganggap jaringan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terlalu lambat.

Padahal, Dinkominfo sendiri sudah mengelola dana sekitar Rp500 juta tahun ini untuk menyuplai internet berkecepatan 300 Mbps ke kantor-kantor dinas, rumah sakit, hingga Mal Pelayanan Publik.

2. Kecurigaan adanya anggaran ganda

ilustrasi internet search engine (pixabay.com/AS_Photography)

Salah satu titik panas yang akan diklarifikasi adalah anggaran internet di Kecamatan Cepu senilai Rp47 juta. Dinkominfo mencium adanya potensi anggaran ganda karena wilayah Cepu sebenarnya sudah mendapat suplai jaringan pusat.

Namun, Camat Cepu, Endah Ekawati, memberikan pembelaan bahwa dana tersebut tidak hanya untuk kantor kecamatan, melainkan dibagi ke tujuh titik kelurahan di wilayahnya agar layanan publik di tingkat bawah tetap berjalan.

Masyarakat perlu tahu bahwa biaya "berselancar" Pemkab Blora memang tidak murah. Berdasarkan data BPPKAD Blora, total anggaran internet selama lima tahun terakhir mencapai angka yang cukup mengejutkan:

2022: Rp4,77 miliar

2023: Rp2,41 miliar

2024: Rp2,44 miliar

2025: Rp2,57 miliar

2026: Rp2,56 miliar (Estimasi)

3. Langkah ffisiensi, tidak semua dinas butuh internet mahal

ilustrasi internet loading (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)

Pihak Dinkominfo mengakui bahwa tidak semua instansi membutuhkan layanan internet dedicated yang biayanya selangit. Sejauh ini, hanya empat instansi besar yang dinilai sangat memerlukan layanan tersebut, yakni Dinkominfo, Disdukcapil, Dinas Pendidikan, dan BPPKAD.

Evaluasi ini diharapkan mampu memangkas biaya-biaya yang tumpang tindih sehingga sisa anggaran dapat dialihkan untuk perbaikan jalan, pendidikan, atau kesehatan yang lebih menyentuh kehidupan warga Blora sehari-hari.

Editorial Team