Ilustrasi internet (Freepik/Freepik)
Meski angka Rp2,56 miliar sudah masuk dalam pos anggaran, Bupati Arief Rohman secara jujur mengakui belum mengetahui secara rinci peruntukan dana tersebut.
"Terus terang saya belum tahu detail anggaran itu untuk apa saja. Sesuai dengan semangat efisiensi, kalau memang bisa dilakukan penghematan, tentu masukan dari masyarakat akan kita terima dengan baik," ujar Arief melansir dari Antara, Senin (13/4/2026).
Masalah utama yang terendus adalah belum adanya evaluasi teknis terkait kebutuhan internet di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Akibatnya, banyak dinas yang memilih "jalan sendiri" dengan berlangganan internet menggunakan anggaran masing-masing karena menganggap jaringan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) terlalu lambat.
Padahal, Dinkominfo sendiri sudah mengelola dana sekitar Rp500 juta tahun ini untuk menyuplai internet berkecepatan 300 Mbps ke kantor-kantor dinas, rumah sakit, hingga Mal Pelayanan Publik.