ilustrasi bubur suro (Unsplash.com/Lampos Aritonang)
Setiap daerah di Jawa Tengah—seperti di Demak, Kudus, hingga Solo—memiliki variasi isi yang sedikit berbeda tergantung hasil bumi lokal. Namun secara umum, berikut adalah 7 jenis bahan pangan pokok yang wajib ada di dalam racikan Bubur Asyura tradisional:
Menilik 7 Macam Bahan Utama Bubur Asyura Jateng
Biar lebih jelas dan gampang dipahami, berikut adalah rincian 7 jenis bahan pangan pokok yang wajib ada di dalam racikan Bubur Asyura tradisional Jawa Tengah beserta simbol filosofinya dalam format vertikal, Lur:
1. Beras
Sebagai bahan dasar utama, beras melambangkan kemakmuran, kecukupan pangan, serta tiang fondasi kehidupan bagi masyarakat.
2. Kacang Hijau
Bentuknya yang mudah bertunas melambangkan pertumbuhan spiritual, kesuburan, serta kebaikan yang harus selalu tumbuh dalam diri manusia.
3. Kacang Tanah
Karena buahnya tumbuh di dalam tanah, bahan ini menjadi simbol kerendahan hati (andhap asor) agar manusia selalu ingat asal-usulnya dan tidak sombong.
4. Kedelai
Melambangkan ikatan persaudaraan, persatuan, dan jalinan kerukunan antarwarga yang erat agar tidak mudah terpecah belah.
5. Jagung
Menyimbolkan ketahanan pangan, kekuatan fisik, serta rasa optimisme untuk terus bekerja keras dan beribadah di tahun yang baru.
6. Ubi Jalar / Singkong (Polo Pendem)
Merupakan lambang kesederhanaan hidup (nrimo ing pandum), mengajarkan kita untuk selalu bersyukur mulai dari hal-hal yang paling mendasar.
7. Pisang / Santan Kelapa
Berperan sebagai pemberi rasa manis dan gurih alami, bahan penutup ini menjadi lambang keharmonisan, kelembutan tutur kata, serta kedamaian antar sesama.
Ketujuh bahan di atas nantinya akan dimasak dan dilebur jadi satu di dalam kuali besar bersama bumbu kunir (kunyit), daun salam, serai, dan garam hingga menghasilkan tekstur bubur yang lembut, gurih, dan harum.