Gubernur Luthfi: Tarif Trump Jangan Sampai Ganggu Investasi di Jateng

- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, berupaya menjaga investasi AS di provinsi dengan menunggu kebijakan pusat terkait tarif resiprokal Trump.
- Banyak industri padat karya di Jateng yang mengirim produk ke AS, seperti furniture dan alas kaki.
- Nilai besar ekspor Jateng ke AS berasal dari industri padat karya di Solo, Jepara, dan Salatiga, namun kondisi ini belum mempengaruhi investasi di Jateng.
Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berupaya agar kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak mengganggu investasi di provinsinya.
1. Rawat investasi AS di Jateng
Sebab, banyak industri padat karya yang ada di Jateng yang mengirim produk ke negara AS.
‘’Industri furniture, alas kaki, sepatu, apa saja ada di Jateng. Jadi, soal kebijakan Trump ini kami menunggu dari pusat. Akan tetapi, prinsipnya untuk investasi AS di Jateng ini kita rawat, industri-industri yang bekerja sama dengan AS kita rawat,’’ ungkapnya dalam siaran podcast bersama IDN Times, Rabu (16/4/2025).
2. Menunggu kebijakan pusat

Kondisi ini karena ekspor Jateng ke AS memiliki nilai yang besar. Adapun, eksportir berasal dari industri padat karya yang berada di Solo, Jepara, Salatiga, dan lainnya.
‘’Maka itu, tanpa terpengaruh dengan kebijakan Tarif Presiden Trump, industri tetap berjalan. Sambil menunggu kebijakan dari pusat, bagaimana (hasil) lobi-lobi tingkat tinggi. Namun, prinsipnya jangan sampai mengganggu investasi di tempat kita (Provinsi Jateng, red),’’ jelas Luthfi.
3. Siap bersaing demi kesejahteraan Jateng

Menurut mantan Kapolda Jateng itu, hingga saat ini belum ada gejolak yang mendalam terkait tarif Trump di Jateng.
‘’Namun, (apapun hasil kebijakannya) kami siap dalam bersaing ekspor maupun impor demi kesejahteraan di Jateng,’’ tandas Luthfi.



















