Gubernur Jateng Tak Setuju Ada Isu Matahari Kembar di Pemerintahan RI

- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menolak isu matahari kembar di pemerintahan Republik Indonesia.
- Luthfi menyatakan bahwa semua bapak nasional, termasuk Prabowo dan Jokowi, harus dihormati dan didukung.
- Menurut pensiunan jenderal bintang tiga itu, istilah matahari kembar hanyalah anekdot dan sebenarnya Prabowo dan Jokowi saling mendukung.
Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi tidak setuju dengan isu matahari kembar di dalam pemerintahan Republik Indonesia.
1. Jiwa Luthfi siap melayani masyarakat

Hal itu disampaikan saat hadir dalam dialog di kantor IDN Times, Rabu (16/4/2025). Host IDN Times, Eko Ardiyanto melontarkan pertanyaan “Lebih enak Kapolda atau Gubernur?”
Luthfi menjawab, semuanya enak karena sesuai jiwanya yang siap untuk melayani masyarakat.
2. Siap laksanakan kebijakan pemerintah yang sah

Kemudian, Eko kembali bertanya, “Lebih Prabowo atau Jokowi?”
“Semua adalah bapak-bapak nasional yang harus kita lakukan. Tapi, hari ini kita harus melaksanakan kebijakan pemerintah yang sah, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” katanya.
3. Istilah matahari kembar hanya anekdot

Adapun, menurut pensiunan jenderal bintang tiga itu, tidak ada istilah matahari kembar. Istilah tersebut hanyalah anekdot.
“Oh nggak ada itu hanya anekdot. Sebab, pada dasarnya beliau (Jokowi dan Prabowo, red) saling mendukung,” tandas Luthfi.
Sementara, isu matahari kembar ini belakangan mencuat saat sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menyambangi rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah.
Pada kunjungan dalam rangka momen silaturahmi Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah itu, sejumlah menteri masih menyebut Jokowi sebagai bos atau atasannya.



















