Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadiri Konfercab PMII Kudus, Ahmad Luthfi: Mahasiswa Harus Konstruktif
Ahmad Luthfi usai menghadiri Konferensi Nasional Kusta 2026 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta mahasiswa tetap kritis secara konstruktif, dengan memahami persoalan, memakai data, memiliki konsep jelas, dan mengawal aspirasi hingga ditindaklanjuti.
  • Luthfi menekankan kebebasan berpendapat harus dijalankan secara bertanggung jawab sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998, tanpa mengabaikan hak orang lain maupun mengganggu kondusivitas daerah.
  • Dalam Konfercab PMII Kudus yang diikuti sekitar 230 kader, pemerintah daerah membuka ruang dialog, kritik, ide, dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan serta penyelesaian masalah masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa menyampaikan kritik secara konstruktif, berbasis data, memahami persoalan, dan mengawal aspirasi hingga ditindaklanjuti dalam Konfercab XXXII PC PMII Kudus.
  • Who?
    Ahmad Luthfi, kader dan anggota PC PMII Kabupaten Kudus, Ketua PC PMII Medan Wijaya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta sekitar 230 anggota dan kader PMII hadir dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Konferensi berlangsung di Pendopo Kabupaten Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
  • When?
    Kegiatan digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
  • Why?
    Luthfi menekankan kritik mahasiswa perlu disertai komunikasi publik, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak orang lain, serta menjaga kondusivitas daerah yang mendukung kepastian hukum, keamanan, dan investasi.
  • How?
    Mahasiswa diminta menguasai isu, memakai data, menyampaikan aspirasi sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, mengawal tindak lanjut, serta membangun dialog dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan Forkopimda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Ahmad Luthfi datang ke pertemuan mahasiswa PMII di Kudus. Ia bilang mahasiswa boleh memberi kritik kepada pemerintah, tapi harus tahu masalahnya dan pakai data. Mahasiswa juga diminta bicara baik-baik dan menjaga keadaan tetap aman. Ketua PMII Kudus mendukung Ahmad Luthfi. Bupati Kudus juga mau mendengar ide dari mahasiswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Konfercab PMII Kudus mencerminkan terbukanya ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Dorongan agar kritik berbasis data, disertai komunikasi publik, serta dikawal hingga tindak lanjut dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Kehadiran 230 kader juga memberi ruang regenerasi dan perumusan gagasan bagi kebutuhan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kudus, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak kepada para aktivis mahasiswa untuk tetap kritis mengawal jalannya pemerintahan.

Kritik yang disampaikan perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap persoalan, memiliki konsep yang jelas, serta dikawal hingga ada tindak lanjut.

Hal itu disampaikan Luthfi saat Konferensi Cabang (Konfercab) XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (8/8/2026).

“Mahasiswa mempunyai energi lebih. Energi itu harus digunakan untuk hal-hal yang konstruktif,” kata Luthfi.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Peran tersebut tidak cukup diwujudkan melalui penyampaian kritik, tetapi juga perlu dibarengi dengan komunikasi publik dan penguasaan terhadap persoalan yang disuarakan.

Penyampaian pendapat harus dilakukan berdasarkan data dan pemahaman yang memadai. Dengan begitu, aspirasi yang disampaikan tidak melenceng dan pesan yang diperjuangkan dapat diterima dengan baik.

“Jadi, di situ ada komunikasi publik yang harus disampaikan oleh rekan-rekan, oleh sahabat-sahabat mahasiswa, agar pesannya sampai,” tegasnya.

Luthfi juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi pelaksanaannya harus disertai tanggung jawab dan tidak boleh mengabaikan hak orang lain.

Selain menguasai persoalan, mahasiswa juga diminta terus mengawal aspirasi yang telah disampaikan.

Luthfi juga menyampaikan agar kondusivitas tetap dijaga. Sebab, kondusivitas daerah juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masuknya investasi. Kepastian hukum dan keamanan diperlukan untuk membangun kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu, penyampaian aspirasi juga harus menjadi bagian dari pendidikan politik yang tidak merugikan kepentingan masyarakat maupun pembangunan daerah.

“Jawa Tengah tetap aman. Saya jamin, tidak pernah ada konflik komunal horizontal di Jawa Tengah. Jawa Tengah punya tepa selira, tenggang rasa antarmasyarakat kita,” tuturnya.

Ia juga mendorong kader PMII membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kedekatan tersebut diharapkan membuka ruang dialog dan kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Kudus, Medan Wijaya, menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Terlebih, Ahmad Luthfi merupakan bagian dari keluarga besar PMII dan tercatat sebagai alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya.

“Kami menyadari bahwa Pak Gubernur bukan orang lain, tetapi bagian dari keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” ujarnya.

Konfercab tersebut dihadiri sekitar 230 anggota dan kader dari tingkat rayon, komisariat, hingga cabang. Agenda itu menjadi bagian dari proses regenerasi kepengurusan sekaligus perumusan kajian strategis terkait kaderisasi, organisasi, dan kelembagaan PMII.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari para kader PMII. Ia berharap PMII terus memberikan ide dan inovasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kudus.

“Ingatkan, beri masukan, beri ide-ide dan inovasi-inovasi. Ketika nanti ada yang kurang baik, bisa langsung kepada saya, Pak Gubernur, maupun Pak Wakil Gubernur. Ini adalah bentuk komunikasi dan kolaborasi buat kita semuanya,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article