siluet gunung yang ada di Dieng, Jawa Tengah (unsplash.com/Ade Chrisnadhi)
Baik berkendara secara mandiri (solo touring) maupun berkelompok (rolling thunder), pengaturan barisan sangatlah penting. Pada pergerakan grup, dilarang melintas berjejer mendatar. Tetapkan pemimpin jalan (Road Captain) dan penjaga baris belakang (Sweeper) dengan formasi satu baris zig-zag dengan jarak antarmotor antara 3 sampai 5 meter. Bagi pengendara tunggal, disarankan selalu membagikan lokasi terkininya kepada orang-orang terdekat.
Bila membutuhkan lokasi menepi sementara (rest area) untuk meredakan panas rem, beberapa titik di jalur pendakian sangat mudah diakses.
Jalur Dieng
Untuk grup, Alun-Alun Wonosobo merupakan titik mula (starting point) terbaik, sementara Rest Area Lembah Dieng bisa memuat puluhan motor pendaki. Bagi pengendara tunggal, pos Warung Sekitar Dieng Kalianget atau Rest Area Gardu Pandang Tieng (yang dilengkapi toilet dan tempat makan) sangat pas untuk mendinginkan mesin sembari menyeruput kopi hangat. Jika sore hari kabut makin pekat, berhentilah sejenak atau bermalam di daerah Wonosobo kota demi keselamatan diri.
Jalur Tawangmangu
Terminal Karangpandan menjadi persimpangan titik kumpul kelompok yang ideal sebelum naik lebih jauh ke utara atau timur. Untuk wilayah perbatasan, Plaza Karanganyar di area Cemoro Kandang menyuguhkan pelataran parkir luas lengkap dengan jajaran pedagang hidangan panas. Sementara penunggang solo dapat menikmati kopi hangat dengan nyaman di jalur atas Candi Cetho/Sukuh atau warung tenang di sekitar wisata Grojogan Sewu.
Kunci utama penjelajahan bermotor adalah keselamatan dan kesiapan fisik. Jangan pernah memaksakan diri melawan medan berat apabila cuaca mendadak memburuk. Selamat menikmati perjalanan wisata (touring) dan semoga selalu aman sampai tujuan!