Hore! Balita di Semarang dapat Uji Coba Makan Bersama Cegah Stunting

- Program Uji Coba Makan Bersama Balita untuk Pencegahan Stunting di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang melibatkan tokoh masyarakat, ibu-ibu kader FKK, PKK, Posyandu, akademisi LPPM Undip, perangkat kelurahan dan kecamatan.
- Para ibu hamil dan balita mendapatkan edukasi tentang makanan bergizi, praktik memasak, serta sesi makan bersama dengan 20 balita di Balai Kelurahan Mijen. Mahmud menyatakan pentingnya pencegahan stunting secara serius agar jumlah kasus tidak bertambah.
- Program ini akan dievaluasi dan berpotensi ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu di tingkat kecamatan dengan melibatkan Dinas Kesehatan
Semarang, IDN Times - Pengentasan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dari semua pihak termasuk masyarakat. Seperti di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, warga di sana menginisiasi menyelenggarakan Uji Coba Makan Bersama Balita untuk Pencegahan Stunting.
1. Pencegahan stunting perlu dilakukan serius

Kegiatan yang diinisiasi tokoh masyarakat Mahmud Nurwindu itu melibatkan berbagai pihak, termasuk ibu-ibu kader FKK, PKK, Posyandu, akademisi dari LPPM Universitas Diponegoro (Undip), serta perangkat kelurahan dan kecamatan.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan akhir pekan kemarin itu, para ibu hamil dan ibu balita mendapatkan edukasi tentang makanan bergizi, praktik memasak, serta sesi makan bersama dengan 20 balita yang hadir di Balai Kelurahan Mijen.
Mahmud mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan secara serius agar jumlah kasus tidak terus bertambah.
"Pada dasarnya untuk mengentaskan stunting, kita harus fokus pada pencegahan. Maka, kegiatan ini kita melibatkan ibu hamil, ahli gizi dari LPPM Undip, dan ibu-ibu yang memiliki anak balita. Kami mensosialisasikan bagaimana makanan bergizi dibuat, cara memasaknya, lalu memberikan hasilnya kepada anak-anak. Dari pengamatan awal, terlihat anak-anak lebih bersemangat makan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (3/2/2025).
2. Makan bersama balita akan ditingkatkan

Program Uji Coba Makan Bersama Balita untuk Pencegahan Stunting ini akan dievaluasi dan berpotensi ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu di tingkat kecamatan dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Rumah Sakit Mijen.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi program kolaboratif ini. Sebab, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat ini akan mempersiapkan generasi emas 2045.
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif yang luar biasa dari Pak Mahmud Nurwindu dan LPPM Undip. Mijen memiliki peran strategis sebagai penyangga ketahanan pangan Kota Semarang. Tentu kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi langkah penting untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal," katanya.
Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan mendukung penuh agar program ini bisa berjalan lebih sering dan menjangkau lebih banyak anak.
3. Program penanggulangan stunting bisa dicontoh wilayah lain

"Kami akan mendukung agar program ini ke depannya dapat berlangsung hingga tiga kali seminggu. Dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Rumah Sakit Mijen yang memang memiliki spesialisasi dalam penanganan stunting, saya yakin program ini bisa memberi dampak lebih luas," terangnya.
Sementara, Ketua LPPM Universitas Diponegoro Prof. Suherman. Dia mengatakan bahwa program ini selaras dengan misi Undip dalam ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.
"Stunting sangat relevan dengan apa yang sudah dilakukan Pak Mahmud. Kami dari LPPM Undip mendukung penuh kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Pemkot Semarang berharap program ini dapat diperluas dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menanggulangi stunting secara komprehensif. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan upaya ini dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan anak-anak di Kota Semarang.


















