Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
HUT ke-5, PRIMA Jateng Dorong Transformasi Ekonomi Era Prabowo-Gibran
Petani membawa pupuk UREA usai membelinya di Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)
  • PRIMA Jateng merilis kertas posisi untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran dengan menekankan paradigma Nasionalisme Kerakyatan sebagai dasar transformasi ekonomi nasional.
  • Partai menawarkan konsep Kapitalisme Negara Pro-Rakyat berbasis lima pilar strategis: pangan, energi, hilirisasi, SDM, dan infrastruktur guna memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
  • PRIMA mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih dengan skema transisi dua tahun serta mendorong re-industrialisasi nasional memanfaatkan momentum bonus demografi dan tren global dedolarisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Jawa Tengah merayakan hari jadi kelima bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Momen itu menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus penegasan dukungan terhadap transformasi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

1. Penguatan struktur organisasi

Perayaan HUT Kelima Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Jawa Tengah, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di Semarang. (Dok. PRIMA Jateng)

Dalam perayaan itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin hadir mewakili Pemerintah Kota Semarang untuk mengucapkan selamat.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PRIMA Jateng, Bagas Ardhianto Saputra menyatakan, konsolidasi untuk mempertegas posisi politik partai. Saat ini, pengurus memfokuskan diri pada penguatan struktur hingga tingkat kecamatan sebagai persiapan menghadapi agenda politik mendatang.

"Fokus kami saat ini adalah pembangunan dan perapihan struktur, baik di tingkat DPC maupun PAC di kecamatan-kecamatan. Konsolidasi organisasi menjadi prioritas dalam satu tahun ke depan," ungkapnya dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).

Untuk diketahui, PRIMA di Jateng sudah membentuk sekitar 30 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari total 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah. Bagas berharap penguatan struktur tersebut dapat memperbesar basis massa dan meningkatkan kesiapan partai.

2. Dorong transformasi nasionalisme kerakyatan

Kantor DPD Partai Prima Jawa Tengah di Jalan Ariloka Madukoro Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Bersamaan dengan momen HUT ke-5, PRIMA Jateng juga merilis kertas posisi terkait arah kebijakan nasional. Partai PRIMA, lanjut Bagas, mendorong paradigma Nasionalisme Kerakyatan sebagai jangkar pembangunan bangsa di tengah pergeseran geoekonomi global.

Ia juga menyoroti ancaman deindustrialisasi selama dua dekade terakhir. Kontribusi manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) merosot tajam dari 32 persen pada 2002 menjadi 18 persen pada 2024. Kondisi itu, menuntut terobosan berani di luar arus liberalisme pasar bebas Barat.

"Intervensi negara dalam perekonomian bukan bentuk otoritarianisme, melainkan investasi strategis yang mendesak untuk melindungi hak-hak rakyat dan membangun kedaulatan nasional," ucap Bagas.

3. Lima pilar menuju negara industri

Proyek pembangunan tanggul laut di Tambak Lorok, Semarang Utara, Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Sebagai solusi, PRIMA menawarkan konsep Kapitalisme Negara yang Pro-Rakyat. Melalui konsep itu, negara memegang kendali dominan atas modal asing dan memastikan oligarki berkompetisi secara sehat demi pemerataan nasional.

Skema tersebut bertopang pada lima pilar strategis:

  • Pangan: Pelaksanaan reforma agraria sejati dan perbaikan tata kelola pupuk.

  • Energi: Percepatan biofuel dan target ambisius 100 Gigawatt (GW) panel surya.

  • Hilirisasi: Konsolidasi aset strategis negara melalui lembaga superholding Danantara.

  • Sumber Daya Manusia (SDM): Penyediaan jaminan kesehatan, perumahan murah, sekolah rakyat, serta penguatan nutrisi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

  • Infrastruktur: Pembangunan masif jalur logistik desa dan megaproyek Sea Wall Jawa.

4. Pelembagaan ekonomi desa

Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)

Bagas menambahkan, PRIMA juga menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Untuk mencegah risiko korupsi lokal dan manajemen buruk, partai yang dikomandoi Agus Jabo Priyono itu mengusulkan skema transisi dua tahun.

Prosesnya bermula dari tata kelola dari atas ke bawah (top-down) melalui PT Agrinas Pangan, berlanjut dengan pendampingan intensif oleh Kementerian Koperasi dan UKM, hingga pengelolaan mandiri oleh pengurus desa.

"Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa melalui sistem koperasi sebagaimana cita-cita ekonomi kerakyatan," tambah Bagas.

Langkah strategis itu dinilai relevan dengan momentum global saat ini, seperti kebangkitan negara selatan (BRICS), dominasi manufaktur Tiongkok, dan arus dedolarisasi yang memangkas cadangan dolar Amerika Serikat dari 72 persen ke 58 persen. Berpadu dengan puncak bonus demografi dekade 2030-an, pemerintah harus merespons momentum ini dengan re-industrialisasi nasional secara total.

Editorial Team

Related Article