Kondisi longsor di Petungkriyono, Pekalongan, Rabu (22/1/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)
Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto mengatakan pihaknya telah menurunkan tim inafis untuk membantu Puskemas, BPBD mengidentifikasi para korban. "Kita sudah menurunkan inafis, bekerja dan berkolaborasi dalam hal ini dengan posko puskesmas, BPBD, jadi setiap kali ada penemuan baik jenazah atau korban luka-luka segera dilakukan identifikasi," katanya.
Selain itu alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan puing-puing sisa longsor yang menutup jalan. Alat berat tersebut telah bekerja sejak Selasa meski sempat berhenti karena kendala cuaca dan juga waktu yang sudah malam, namun Rabu alat berat tersebut kembali bekerja. "Mudah-mudahan dua titik utama dari posko menuju lokasi bisa dibuka sehingga memudahkan kita untuk melakukan kegiatan antuan atau pertolongan kepada para korban," katanya.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat yang keluarganya menjadi korban dan ingin mendapatkan informasi bisa datang ke Polres, Kodim, Polsek, dan Koramil di Kabupaten Pekalongan. Saat ini menurut Kpolres tak hanya Petungkriyono yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor, akan tetapi bencana juga menerjang 11 kecamatan di Pekalongan
Kita ada posko di bawah juga, silahkan di Polres, di Polsek kita buka posko juga karena lokasi untuk bencana ini tidak hanya di wilayah Petungkriyono tetapi ada di 11 kecamatan di Kabupaten Pekalongan dan kita semua sudah bergerak serempak memang yang menjadi fokus utama di Petungkriyono karena hanya di sini yang memakan korban jiwa sementara di tempat lain hanya korban materiil tidak ada korban jiwa, jadi posko terpusat da di BPBD Kabupaten Pekalongan bisa ke Polres bisa ke Kodim bisa ke polsek-polsek bisa ke koramil kita emua dalam status tanggap bencana jadi semua bergerak bersamaan berkoordinasi, berkolaborasi dan berkomunikasi.