Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iduladha, Presiden Prabowo Pilih Sapi Asal Banyumas Seberat 1200 Kg
Inilah sapi jumbo berbobot 1200 kg milik Ahmad Haji Al-Fatah yang terpilih menjadi hewan kurban presiden Prabowo Subianto, Selasa (26/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Presiden Prabowo memilih sapi Simmental Crossing seberat 1.200 kg dari peternak Banyumas, Ahmad Haji Al-Fatah, sebagai hewan kurban Iduladha tahun ini.
  • Sapi tersebut telah melewati pemeriksaan kesehatan ketat oleh tim dokter hewan dan dinyatakan dalam kondisi prima sebelum dikirim ke Istana menjelang Iduladha.
  • Keberhasilan peternak lokal ini menjadi kebanggaan Banyumas serta motivasi bagi peternak daerah lain untuk meningkatkan kualitas ternak dan daya saing nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyumas, IDN Times - Di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, nama Ahmad Haji Al-Fatah kini menjadi perbincangan warga karena peternak ini berhasil menjual sapi miliknya ke Istana yakni seekor sapi Simmental Crossing jumbo berbobot 1.200 kilogram dan terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha tahun ini.

"Alhamdulillah akhirnya sapi saya terpilih dibeli Pak Presiden Prabowo, Saya merasa bangga sekali karena hasil memelihara sapi selama ini tidak sia-sia,"ungkapnya gembira.

Menurut Haji, sapi jumbonya semua sudah diperiksa dokter, mulai dari darah, air kencing, sampai kotorannya. "Kemarin juga sudah disuntik anti cacing dan hasil pemeriksaan kedua dinyatakan bagus semua,"tambahnya.

1. Kebanggaan Peternak Lokal Banyumas

Ahmad haji saat sedang memberi pakan kepada sapi jumbo pesanan presiden Prabowo Subianto, Selasa (26/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Terpilihnya sapi milik peternak kecil dari Banyumas ini menjadi bukti nyata bahwa peternakan sapi di daerah mampu bersaing di tingkat nasional dan memenuhi standar yang dibutuhkan bahkan untuk Istana.

Ukuran tubuh yang besar, postur tegap, serta kondisi kesehatan yang prima membuat sapi ini berhasil mengalahkan kandidat lain dari berbagai daerah. Bobot 1.200 kg ini termasuk kategori sangat besar untuk ukuran sapi lokal di Indonesia.

Ditambahkan Haji, keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum motivasi bagi ribuan peternak sapi di Banyumas dan Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka mulai dari pemilihan bibit, pakan, hingga manajemen kesehatan.

2. Rencana pengiriman jelang iduladha

Sapi tersebut akan dikirim menjelang pelaksanaan Iduladha setelah seluruh proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan tahap akhir selesai, Selasa (26/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Menurut Haji, sapi tersebut akan dikirim menjelang pelaksanaan Iduladha setelah seluruh proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan tahap akhir selesai. Hewan kurban presiden ini nantinya akan menjadi bagian dari ibadah kurban yang dilaksanakan di lingkungan Istana atau dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kisah sapi 1200 kg milik Ahmad Haji Al-Fatah ini menjadi cerita inspiratif di tengah industri peternakan nasional. Di tengah gencarnya impor daging dan sapi, keberhasilan peternak lokal menghasilkan hewan berkualitas tinggi patut diapresiasi.

"Memilih hewan kurban dari peternak daerah seperti disini ternyata pemerintah mendukung dan memberikan ruang sektor peternakan rakyat Banyumas,"kata Haji lagi.

3. Proses seleksi ketat

Sapi jenis Simmental Crossing ini kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat, Selasa (26/5/206).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Bukan sembarang sapi yang bisa menjadi hewan kurban presiden. Tim dari dinas terkait dan dokter hewan melakukan pencarian sapi berukuran besar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Setelah melewati penyisiran yang cukup panjang, tim menemukan calon terbaik di Kandang Lembu Wijaya milik Ahmad Haji Al-Fatah.

Sapi jenis Simmental Crossing ini kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat sepertl tes darah, tes urine, pemeriksaan kotoran, suntik anti cacing, pemeriksaan ulang kondisi fisik, dan semua hasil dinyatakan layak dan dalam kondisi prima.

Editorial Team

Related Article