Salah satu instalasi green hydrogen yang digunakan PLN Indonesia Power Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Menurut Flavesius Erwin Putranto, Senior Manager PLN IP UBP Semarang, upaya pemanfaatan kelebihan produksi green hydrogen merupakan langkah penting mendukung transisi energi Indonesia.
Proyek ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan industri baru dan peningkatan daya saing ekonomi Indonesia.
Program yang dijalankan oleh PLN Indonesia Power UBP Semarang dengan PT Pupuk Kujang melalui Transportir PT Tira Gas merupakan salah satu upaya dari perusahaan untuk dapat mewujudkan pembangkit dengan energi bersih.
“Green hydrogen yang dihasilkan dari H2 Plant PLTGU Tambaklorok dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk memproduksi amonia. Proses ini dilakukan dengan mengolah green hydrogen bersama nitrogen di PT Pupuk Kujang," ungkap Erwin, Jumat (24/1/2025).