Indonesia Power Gelar Simulasi Darurat untuk Cegah Sabotase PLTGU Tambaklorok

- Simulasi kedaruratan dilakukan di PLTGU Tambaklorok untuk mencegah sabotase dan meningkatkan kewaspadaan keamanan.
- Simulasi melibatkan semua elemen, termasuk pengejaran pelaku yang mencoba mengganggu operasional blok 3.
- Kegiatan ini juga melibatkan Kepolisian dan tim pemadam kebakaran untuk menangani tindakan sabotase dan keadaan darurat.
Semarang, IDN Times - Jajaran Indonesia Power UBP Semarang menggelar serangkaian simulasi kedaruratan guna mencegah timbulnya aksi sabotase di area pembangkit blok 3 kompleks PLTGU Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara.
1. Dimanfaatkan untuk lindungi aset dan tenaga alih daya

Senior Manager Indonesia Power UBP Semarang, F Erwin Putranto mengatakan adanya tindakan preventif pada peningkatan kewaspadaan keamanan pembangkit salah satunya dilakukan dengan simulasi tanggap darurat.
"Digelarnya simulasi tanggap darurat ini bertujuan bukan sekadar latihan, tetapi investasi untuk melindungi aset, pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), dan reputasi perusahaan," tutur Erwin dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (29/10/2024).
2. Cegah gangguan keamanan di PLTGU

Kegiatan ini, katanya bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Menurutnya dengan melibatkan semua elemen untuk dapat memastikan bahwa setiap langkah tanggap darurat berjalan dengan efektif dan efisien.
Untuk simulasi darurat dilaksanakan dengan mensimulasikan sabotase di PLTGU Tambaklorok Blok 3, karena ada rasa ketidakpuasan dari pegawai lepas yang kontrak kerjanya habis.
3. Simulasi diadakan di pembangkit blok 3

Simulasi dimulai dengan pelaku yang tidak lama lagi akan diputus kontraknya masuk ke area gas station kemudian melakukan manuver penutupan valve inlet gas agar operasional blok 3 terganggu.
Namun aksi mereka diketahui oleh operator yang sedang bertugas dan segera dilakukan tindakan cepat oleh tim keamanan, untuk pengejaran dan mengamankan pelaku.
Pelaku kemudian berusaha melarikan diri menuju gerbang utama blok 3, Pelaku melarikan diri ke arah pintu gerbang Blok 3. Saat sampai di depan area workshop, kebetulan tim pemeliharaan sedang ada pekerjaan dimana di sekitar area kerjanya terdapat bahan yang mudah terbakar.
Hal itu dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pembakaran. Dan akhirnya terjadilah kebakaran di area workshop. Walaupun akhirnya pelaku berhasil diamankan oleh satpam, namun kebakaran sudah terlanjur membesar.
"Selanjutnya dinyatakan kondisi darurat kebakaran dan segera dilakukan upaya pemadaman oleh tim tanggap darurat. Namun karena eskalasinya membesar maka dibutuhkan upaya pemadaman dengan bantuan tim pemadam dari eksternal sampai pemadaman berhasil dipadamkan," terangnya.
4. Libatkan para stackholder

Adapun prosedur penanganan terhadap pelaku tindakan sabotase, tim pengamanan melakukan interogasi dan identifikasi kerusakan untuk selanjutnya diserahkan kepada Kepolisian.
Simulasi ini melibatkan beberapa stakeholder, diantaranya Kepolisian dan tim pemadam kebakaran.
Diharapkan dengan persiapan yang matang, dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi segala kemungkinan, serta jalur komunikasi ketika terjadi keadaan darurat dapat disimulasikan dengan baik dan keadaan darurat dapat segera dipulihkan kembali.



















