Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Oktober 2023 di Jawa Tengah mencapai 0,18 persen. Kenaikan harga bensin hingga gula pasir menjadi penyumbang inflasi tersebut.
Inflasi Oktober 2023 di Jateng Capai 0,18 Persen, Harga Bensin Naik

1. Kekeringan dampak El Nino dongkrak inflasi
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah, Arjuliwondo mengatakan, banyak catatan peristiwa yang mendongkrak inflasi bulan Oktober 2023.
“Pada bulan Oktober ada kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi. Juga adanya kekeringan dampak El Nino, yang masih berpengaruh terhadap komoditas beras dan cabai. Secara umum harga komoditas pada bulan Oktober telah menimbulkan angka inflasi,” ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Rabu (1/11/2023).
Lima komoditas penyumbang inflasi Oktober antara lain kenaikan harga bensin dengan andil 0,066 persen, cabai merah 0,0453 persen, beras dengan andil 0,0445 persen, cabai rawit 0,0393 persen, dan gula pasir 0,0131 persen.
2. Inflasi terendah di Kota Cilacap
Untuk diketahui, pada bulan Oktober ini terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dibandingkan bulan September lalu yang sebesar 115,50 menjadi 115,80 pada bulan ini.
Dari enam kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus sebesar 0,27 persen dengan IHK sebesar 115,73 diikuti oleh Kota Tegal sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 117,62; Kota Purwokerto sebesar 0,21 persen dengan IHK sebesar 116,44.
Kemudian, Kota Semarang sebesar 0,17 persen dengan IHK sebesar 115,19; Kota Surakarta sebesar 0,16 persen dengan IHK sebesar 117,76; dan inflasi terendah terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,12 persen dengan IHK sebesar 115,79.
3. Inflasi bulan Oktober lebih rendah dibandingkan September
Arjuliwondo menjelaskan, inflasi bulan Oktober lebih rendah dibandingkan September yang sebesar 0,42 persen.
“Ya, tentu saja disebabkan oleh kenaikan harga beras yang tinggi bulan lalu. Namun, jika dibandingkan bulan sama tahun lalu, pada Oktober 2022 posisi terjadi deflasi 0,12 persen," jelasnya.
Sementara itu, lima komoditas menjadi penyumbang terbesar deflasi bulan Oktober antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, semangka dan minyak goreng.