Jelang Pilkada 2024, KPU Gelar ToT Untuk PPK dan PPS se Banyumas

Banyumas, IDN Times - Mendekati Pilkada 2024 di Kabupaten Banyumas pada 27 Nopember 2024 mendatang, KPU terus mengasah kemampuan para PPK dengan menggelar Training of Trainer (ToT) yang digelar sejak Minggu-Selasa (3-5/11/2024). Hal itu sebagai langkah persiapan bimtek kelompok KPPS.
Peserta ToT diikuti oleh 135 anggota PPK yang berasal dari 27 kecamatan dan 993 anggota PPS dari 331 desa/kelurahan. Mereka mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore hari yang terbagi dalam dua ruangan.
Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Rofingatun Khasanah menjelaskan ToT yang menghadirkan pemateri terdiri dari Kasubag tata laksana pafa biro perencanaan dan organisasi KPU RI, operator SiRekap, dan KPU Banyumas diharapkan agar PPK dan PPS bisa melakukan bimtek KPPS dengan baik.
1. Peran penting di Pilkada 2024

Rofingatun juga menjelaskan para PPK menerima materi tata kerja dan kode etik, tata kerja KPPS, tata kelola dan distribusi logistik, pemungutan dan penghitungan Suara, serta pengisian C-Hasil dan SiRekap.
Selain itu, peserta juga melakukan praktek pengisian formulir C-Hasil KWK untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2024. Mereka juga dilatih dalam penggunaan Aplikasi SiRekap.
Mudah-mudahan, dengan adanya kegiatan ini, PPK dan PPS dapat melaksanakan bimtek kepada KPPS dengan baik dan tanpa hambatan karena mereka memiliki peran penting dalam suksesnya Pilkada di Banyumas," ujar Rofingatun kepada IDN Times, Selasa (5/11/2024).
2. Dilatih menangani situasi

Sementara salah satu peserta yakni PPS dari Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, Rahmat Zainuddin mengaku mendapat manfaat penting dari ToT dalam rangka pemilihan kepala daerah (pilkada) terutama dalam pemilihan berjalan sesuai yang diharapkan.
"Memperdalam pengetahuan, yakin bisa bertugas dengan baik, karena para pemateri juga detail dalam menjelakannya, kemarin juga praktek pengisian C-Plano, dan pemaparan logistik pilkada,"kata Rahmat.
Dalam ToT tersebut juga dilatih untuk menangani situasi yang mungkin muncul selama proses pemungutan suara, seperti kesalahan teknis, protes dari pemilih, atau masalah keamanan."Ada pembelajaran untuk merespons dengan cepat dan bijak saat pilkada nanti,"katanya.
3. KPU Banyumas miliki SOP hadapi cuaca buruk

Pilkada 2024 yang digelar pada 27 Nopember 2024 diperkirakan terjadi pada situasi musim penghujan, hal itu menambah tantangan bagi penyelenggara, namun dengan persiapan matang, dampak cuaca buruk seperti musim penghujan dapat diminimalkan dan diharapkan masyarakat tetap bisa menggunakan hak pilih mereka dengan aman dan nyaman.
Komisioner KPU Sidiq Fathoni menambahkan pihaknya telah membuat standar operasional prosedur untuk antisipasi."Kita si sudah membuat SOP tanggap bencana,"katanya singkat.
Seperti diketahui hujan deras dan cuaca buruk bisa menghambat distribusi logistik Pilkada 2024, seperti kotak suara, surat suara, dan alat-alat pemungutan lainnya. Penyediaan transportasi yang lebih fleksibel dan penjadwalan distribusi yang lebih awal dapat membantu mengatasi tantangan cuaca ekstrim seperti hujan.


















