Kemendagri Incar 6 Proyek di Jateng untuk Naikan Setoran PAD

- Kemendagri membantu Jateng tingkatkan PAD dengan mengerahkan petugas penilai ke sektor khusus seperti hotel, tol, dermaga, dan PLTU di Batang.
- Peningkatan PAD bisa mencapai dua kali lipat apabila data yang disajikan sesuai fakta, dengan potensi wilayah Jateng yang cukup tinggi.
- Kolaborasi antara Kemendagri dan MAPPI Jawa Tengah diharapkan dapat meningkatkan PAD bagi Pemprov Jawa Tengah melalui peningkatan profesionalisme petugas penilai.
Semarang, IDN Times - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memutuskan untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam meningkatkan setoran Pajak Asli Daerah (PAD). Salah satu caranya dengan mengerahkan para petugas penilai untuk bergerak ke sejumlah sektor tertentu.
1. Daftar sektor yang bisa naikan PAD

Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Pendapatan Daerah, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Andri Hikmat mengungkapkan pelibatan para petugas penilai nantinya diharapkan mampu menambah nilai PAD pada obyek pajak khusus.
"Di Jawa Tengah akan difokuskan melakukan penilaian obyek khusus. Contoh ada hotel, ada tol, dermaga, PLTU di Batang. Jadi kalau itu dinilai baik benar dengan obyektif maka bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi. Karena kami juga lihat potensi di Jawa Tengah memang cukup tinggi," kata Andri setelah kegiatan sosialisasi penguatan profesi penilai publik di Gedung Keuangan Negara Semarang, Rabu (10/7/2024).
2. Penilai dari MAPPI perlu dilibatkan

Lebih jauh, dirinya pun mengakui tak gampang melakukan penilaian pajak pada sektor khusus.
Semisalnya pada galangan kapal, pihaknya perlu melibatkan petugas penilai dari Masyarakat Penilai Profesi Indonesia (MAPPI) Jawa Tengah. Ini disebabkan pihaknya tidak serta merta mengetahui detail bagaiamana caranya memberikan penilaian pajak pada sektor-sektor yang khusus.
"Karena kemampuan teman-teman di daerah belum bisa menilai secara khusus. Contohnya ada galangan kapal kan mereka gak tahu berapa harga mesinnya, kalau gak kerjasama dengan penilai dari MAPPI," tuturnya.
3. Kemendagri yakin bisa naikan PAD dua kali lipat

Selain itu, ia menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki cakupan wilayah yang potensial untuk peningkatan PAD. Selain dermaga, Jawa Tengah juga punya instalasi pipa gas, pipa sambungan dari Pertamina, bandar udara, hotel dan jalan tol.
Peningkatan PAD bagi Pemprov Jateng, katanya bisa mencapai dua kali lipat apabila data-data yang disajikan sesuai fakta. Berkaca pada pengalamannya, jika target tahunan Rp100 miliar, maka dengan memperbaiki penilaian obyek pajak khusus, hasil yang didapat tahun berikutnya bisa naik dua kali lipat.
"Setiap tahun bisa mendapatkan dua kali lipat. Yang penting datanya benar. Kalau tahun ini bisa dapat 100 miliar maka tahun depan bisa dua kali lipat," urainya.
4. Data yang disajikan harus akurat

Kendati demikian, pihaknya mengingatkan kepada para petugas penilai supaya lebih cermat saat bergerak di lapangan. Data-data yang dianalisa harus akurat, administrasinya benar dan bisa berkolaborasi di tiap kabupaten/kota.
"Maka dengan datanya bagus, administrasinya keren kerjasama bisa dilaksanakan maka bisa meningkatkan PAD. Tapi mesti berkeadilan. Karena kalau tidak berkeadilan maka bisa rusuh di masyarakat. Pajak dikenakan ke WP harus sesuai kewajibannya. Itulah letak keadilan," ungkapnya.
5. MAPPI dukung keputusan Kemendagri

Sedangkan, Ketua MAPPI Jawa Tengah, Wahyu Mahendra mendukung kolaborasi bersama Kemendagri. Di Jawa Tengah terdapat 52 kantor penilai publik.
Sebaran kantor penilai publik ada di Solo, Tegal, Banyumas, Kudus dan Semarang. "Kami bersama Kemenkeu, Kemendagri tentunya akan kolaborasi dengan pemda untuk mewujudkan peningkatan PAD bagi Pemprov Jawa Tengah," kata Wahyu.



















