Pernah nggak sih, Sobat, lagi asyik-asyiknya fokus kerja, maraton drakor, atau sekadar rebahan santai, eh tiba-tiba layar HP menyala menampilkan panggilan telepon dadakan? Bukannya langsung diangkat, banyak dari kita yang malah menatap layar dengan panik, menunggu deringnya berhenti, lalu membalas lewat teks: "Sori, tadi kenapa ya?"
Buat generasi senior, kebiasaan Gen Z yang alergi angkat telepon ini sering dicap antisosial atau kurang sopan. Padahal, secara psikologis dan neurosains, fenomena ini adalah bentuk adaptasi kognitif yang sangat efisien, lho! Dering telepon dadakan dianggap sebagai gangguan sensorik (sensory intrusion) yang menuntut perhatian instan.
Yuk, kita bedah 4 alasan ilmiah kenapa chatting jauh lebih nyaman daripada ngobrol via telepon!
