Kesadaran Meningkat, Banyak Gen Z di Jateng Ikut Daftar Ibadah Haji

- Masa tunggu keberangkatan haji di Jawa Tengah kini maksimal 26 tahun setelah perubahan skema penghitungan kuota berdasarkan waiting list dari Kemenhaj pusat.
- Kuota calon jemaah haji Jawa Tengah bertambah menjadi 34.122 orang, dengan banyak wilayah seperti Kebumen dan Semarang mencatat jumlah pendaftar tertinggi.
- Tren baru muncul dengan meningkatnya pendaftar muda berusia 12–15 tahun, termasuk calhaj termuda dari Magelang berusia 14 tahun dan tertua dari Klaten berusia 94 tahun.
Semarang, IDN Times - Masa tunggu keberangkatan haji yang diperpendek turut mempengaruhi perilaku masyarakat Jawa Tengah. Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah mencatat masa tunggu keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah mulai tahun ini dipastikan maksimal 26 tahun.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng, Fitriyanto mengatakan masa tunggu keberangkatan haji diperpendek karena adanya peraturan terbaru dari Kemenhaj pusat yang merubah penghitungan basis kuota jumlah calon jemaah (calhaj) menjadi skema penghitungan berdasarkan waiting list.
"Kalau tahun kemarin masa tunggu keberangkatan haji masih 30 tahun karena dihitung berbasis kuota jemaah. Maka tahun ini dipastikan berubah sesuai skema waiting list. Maka masa tunggu keberangkatan haji menjadi lebih pendek yakni 26 tahun," ujar Fitri kepada IDN Times, Selasa (14/4/2026).
Table of Content
1. Kuota haji Jateng sebanyak 34.112 orang

Ia menuturkan wilayah Jawa Tengah diuntungkan dengan perubahan penghitungan masa tunggu ini karena banyak calhaj memiliki masa tunggu keberangkatan yang maju dari jadwal semula.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan jumlah kuota calhaj Jateng bertambah 400 orang menjadi 34.122 jamaah.
"Kita di Jawa Tengah malah diuntungkan karena yang tadinya mundur masa tunggunya menjadi maju. Dan juga ada tambahan kuotanya jadi 400 orang," ungkapnya.
2. Banyak calhaj berumur 12-15 tahun

Di tahun ini, jumlah pendaftar ibadah haji memiliki angka yang bervariasi. Bahkan, Pemkab Kebumen dan Pemkot Semarang memiliki jumlah calhaj terbanyak yakni 1.700 orang. "Terus beberapa wilayah Demak Pati Jepara juga akan memberangkatkan calon jemaah yang cukup banyak," tuturnya.
Dengan masa tunggu keberangkatan haji yang lebih pendek, katanya di tahun ini banyak orang tua yang memilih mendaftarkan anaknya. Tercatat rata-rata calhaj yang berusia tujuh hingga belasan tahun belakangan mengalami peningkatan signifikan. Termasuk juga banyak calhaj yang tercatat dalam database Kemenhaj masih berusia 12-15 tahun.
"Sekarang banyak keluarga daftarkan anaknya cucunya berangkat haji. Di wilayah kami belakangan ada banyak yang daftar haji itu umurnya masih 12 tahun 15 tahun. Artinya memang masyarakat yang sudah sadar manfaat dan nilai-nilai tuntunan dari ibadah haji," terangnya.
3. Calhaj termuda dari Magelang, yang tertua dari Klaten

Lebih jelas lagi, berdasarkan data yang diterima dari Kemenhaj Jateng, calhaj termuda yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah yakni berusia 14 tahun atas nama Kira Talita Sahqi yang tercatat menjadi warga Kabupaten Magelang.
Sedangkan calhaj tertua yang akan berangkat ke Makkah tahun ini yakni berusia 94 tahun atas nama Halimin Harjo Sumarto.
"Pak Halimin menjadi calhaj tertua yang berangkat dari embarkasi Jateng. Beliau tercatat kelahiran 1932 yang tinggal di Klaten. Untuk calon jemaah termuda namanya Kira Talita Sahqi dari Kabupaten Magelang," ungkapnya.
















