Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Keuntungan Kota Semarang Pasca Bandara A Yani Berstatus Internasional

Keuntungan Kota Semarang Pasca Bandara A Yani Berstatus Internasional
Ilustrasi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Share Article

Semarang, IDN Times - Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi kembali berstatus bandara internasional. Kementerian Perhubungan menetapkan status baru tersebut melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 tahun 2025. 

1. Percepat pertumbuhan ekonomi daerah

Ilustrasi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang. (dok. Pemprov Jateng)
Ilustrasi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

Perubahan status bandara domestik menjadi internasional di Kota Semarang per 25 April 2025 itu didasarkan atas pertimbangan strategis nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses investasi, perdagangan, dan pariwisata, serta mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Penetapan itu
bersama Bandara S. M. Badaruddin II Palembang dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Bangka Belitung.

Menanggapi kabar tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pihaknya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Tengah atas penetapan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai bandara internasional.

2. Percepat arus wisatawan mancanegara

Wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Nusa Dua Bali. (dok. ITDC)
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Nusa Dua Bali. (dok. ITDC)

“Penetapan ini merupakan momentum emas untuk membawa Semarang lebih mendunia. Harapannya, dengan status baru bandara Jenderal Ahmad Yani ini akan mempercepat arus wisatawan mancanegara, memperluas ekspor produk lokal, serta memperkuat posisi Jawa Tengah khususnya Kota Semarang di peta perdagangan internasional," tuturnya, Senin (28/4/2025).

Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 tahun 2025, status baru Bandara Jenderal Ahmad Yani ini menandai tonggak penting dalam upaya mendorong kota Semarang menjadi salah satu pusat konektivitas global di Indonesia.

3. Ideal sebagai gerbang ekspor impor

Ilustrasi salah satu hambatan perdagangan_kuota import (Pixabay/AbsolutVision)
Ilustrasi salah satu hambatan perdagangan_kuota import (Pixabay/AbsolutVision)

Untuk diketahui, Bandara Jenderal Ahmad Yani ini sebelumnya hanya melayani penerbangan internasional untuk kepentingan terbatas, seperti penerbangan umrah saja. Namun, setelah pengembangan terminal baru yang diresmikan pada tahun 2018, kapasitas terminal melonjak hingga lebih dari 6 juta penumpang per tahun.

Mengusung konsep eco-airport pertama di Indonesia, terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani memanfaatkan energi ramah lingkungan seperti panel surya dan sistem pengolahan air.

Lokasi yang strategis di pesisir Utara Jawa Tengah, membuat bandara ini ideal sebagai gerbang ekspor-impor komoditas industri dan hasil bumi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Dugaan Pencabulan Santriwati di Pekalongan, 6 Korban Diperiksa!

27 Mei 2026, 22:29 WIBNews