Semarang, IDN Times – Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (Undip), Abdurrahman Fawwaz berhasil menunjukkan kiprahnya tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam penguasaan Al-Qur’an. Mahasiswa angkatan tahun 2022 itu membuktikan mampu menghafal 20 juz Al Qur’an.
Kisah Mahasiswa Undip Abdurrahman Fawwaz Hafal Hafidz 20 Juz Al Qur'an

1. Juara 2 MTQMN 2025
Minat dan konsistensinya dalam bidang Al Qur’an itu mengantarkan Fawwaz mengikuti berbagai kompetisi, khususnya di cabang hifdzil Qur’an. Selain itu, ia juga aktif dalam ajang sains, teknologi, dan inovasi mahasiswa di tingkat kota hingga nasional.
Salah satu capaian terbarunya adalah meraih Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 cabang Hifdzil Qur’an 20 Juz yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
Perjalanan menuju prestasi tersebut bukanlah proses instan. Fawwaz melewati tahapan seleksi ketat di tingkat universitas hingga pembinaan intensif yang difasilitasi oleh Undip. Dukungan kampus dalam bentuk pelatihan rutin menjadi bekal penting yang membantunya tampil optimal saat perlombaan.
“Capaian ini membawa rasa syukur, bangga, sekaligus haru. Apalagi sebelumnya saya pernah mengikuti MTQMN pada tahun 2023, namun belum memperoleh hasil maksimal. Dari situ saya belajar untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya, Minggu (5/4/2026).
2. Kegagalan jadi titik balik untuk bangkit
Raihan prestasi itu bagi Fawwaz, karena semangat “Undip Bermartabat dan Bermanfaat” memiliki makna mendalam. Ia meyakini bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Prestasi yang diraih bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sarana membawa nama baik kampus dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Motivasi terbesarnya berangkat dari kepercayaan yang diberikan Undip untuk mewakili kampus di tingkat nasional. Amanah tersebut menjadi dorongan kuat untuk memberikan performa terbaik. Ia juga menekankan bahwa kegagalan yang pernah dialami justru menjadi titik balik untuk belajar, berbenah, dan bangkit lebih kuat.
‘’Pengalaman yang telah saya lalui mengajarkan bahwa peluang selalu terbuka bagi siapa saja yang berani mencoba. Konsistensi, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama dalam meraih capaian,’’ tuturnya.
3. Mahasiswa jangan ragu mencoba hal baru
Sebagai penutup, Fawwaz berpesan kepada mahasiswa agar tidak ragu mencoba hal baru dan berani keluar dari zona nyaman. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, semangat belajar, serta kolaborasi dalam berkarya.
“Kesempatan selalu ada bagi siapa saja yang mau mencoba. Jangan takut gagal, karena dari proses itulah kita belajar dan tumbuh. Mari manfaatkan setiap peluang untuk berkontribusi dan membawa nama baik Undip serta Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.
Prestasi Abdurrahman Fawwaz menjadi bukti nyata bahwa keseimbangan antara keunggulan akademik dan nilai spiritual dapat berjalan beriringan. Semangat inilah yang terus menguatkan langkah UNDIP dalam melahirkan generasi unggul yang bermartabat dan bermanfaat.