Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dampak Perang Iran-AS, Kodam IV Diponegoro Masih Tunggu Perintah Komando

Dampak Perang Iran-AS, Kodam IV Diponegoro Masih Tunggu Perintah Komando
Ilustrasi upacara apel bulanan di Makodam Diponegoro Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Kodam IV Diponegoro Semarang masih menunggu perintah resmi dari komando pusat untuk merespons potensi dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin meluas di Timur Tengah.
  • Pihak Kodam belum mengambil langkah siaga agar tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat, sambil tetap menjaga situasi keamanan Jawa Tengah yang dinilai masih kondusif.
  • Kodam berencana memperluas satuan teritorial infanteri pembangunan selain dua batalyon yang sudah ada, namun pelaksanaannya menunggu keputusan lanjutan dari Mabes TNI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Jajaran Kodam IV Diponegoro Semarang masih menunggu perintah secara resmi untuk bergerak mengantisipasi dampak yang berpotensi muncul akibat perang Timur Tengah (Timteng). Seperti diketahui, Perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) semakin meluas dengan keterlibatan negara-negara sekutu Amerika untuk ikut berperang melawan Iran. 

Kapendam IV Diponegoro Semarang, Letkol Andy Soelistyo mengatakan pihaknya belum mengambil tindakan untuk melakukan pergerakan di tengah dampak perang Timteng tersebut. 

"Kita belum siaga, masih beraktivitas seperti biasa. Karena satuan kita masih menunggu komando, perintah dari atasan," kata Andy saat dikontak IDN Times, Senin (9/3/2026). 

Lebih lanjut, pihaknya tidak mau gegabah mengerahkan personel yang mana justru menimbulkan ketakutan bagi masyarakat Jawa Tengah

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan situasi keamanan Jawa Tengah yang masih kondusif. Sehingga menjaga kondusifitas wilayah menjadi lebih penting sembari menyiapkan hal-hal lain yang dibutuhkan. 

"Prinsipnya kami tunggu arahan dulu. Tidak langsung bergerak karena pertimbangannya pada keamanan warga," jelasnya. 

Untuk saat ini, pihak Kodam Diponegoro berkomitmen mengembangkan jumlah satuan teritorial infanteri pembangunan selain dua satuan teritorial yang sudah dimiliki. 

Tercatat untuk satuan teritorial infanteri pembangunan sudah beroperasi di Satuan Batalyon 383 Pembangunan Cilacap serta Batalyon 888 Rembang. 

Dalam rentang tahun ini pihaknya merencanakan mengoperasikan satuan teritorial pembangunan di kabupaten/kota lainnya. "Kami sudah punya dua Batalyon 383 dan 888. Namun tahun ini kami tinggal menunggu perintah lanjutan dari mabes apakah ada pengembangan ke wilayah lain atau tidak," kata Andy. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More