Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belum Kena Kemarau, Petani Kaliori Rembang Bisa Panen 3 Kali

Belum Kena Kemarau, Petani Kaliori Rembang Bisa Panen 3 Kali
Karyono terlihat mendorong bajak di areal sawah garapannya. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Share Article

Rembang, IDN Times - Sejumlah petani Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang mengaku masih bisa mengerjakan tiga kali panen padi selama tahun ini. Mereka mengatakan belum terdampak kemarau panjang dari gelombang panas El Nino

Anggota Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono mengatakan, kini petani di Mojorembun bisa menanam padi tiga kali dalam setahun. Sebelumnya, lahan pertanian di wilayah itu hanya mampu ditanami padi satu kali.

Kelompok tani yang beranggotakan 80 orang ini menggarap lahan seluas 35 hektare. Kemudian masih mampu memproduksi 7–7,5 ton per hektare.

"Dua kali tanam saja itu kalau curah hujan tinggi. Alhamdulillah, sejak mendapat bantuan irigasi perpompaan dari pemerintah pusat, petani di sini bisa merasakan panen tiga kali,” tutur Karyono, Kamis (21/6/2026).

Karyono mengatakan, kelompoknya telah beberapa kali menerima bantuan alat irigasi pertanian dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten. 

Di antaranya berupa bed dryer atau pengering gabah dari Pemprov Jateng, irigasi perpompaan dan combine harvester dari Kementerian Pertanian, serta transplanter dari Pemkab Rembang.

Selain itu, dirinya juga memanfaatkan pasokan air dari Bendung Randugunting. Nantinya, akan dilakukan perpipaan untuk menyambungkan saluran air ke sawah yang jauh dari sungai.

“Alhamdulillah, belum begitu terpengaruh kemarau panjang, karena hampir satu minggu sekali masih ada hujan. Kami dari pengurus akan memanfaatkan bantuan irpom dari sungai ke lahan-lahan yang siap diolah tanahnya,” kata Karyono.

Meski demikian, ia berharap ada bantuan lanjutan untuk menanggulangi intrusi air laut. Sebab, selama ini mereka telah berusaha membuat tanggul non permanen di sungai, namun gagal karena ambrol.

“Harapannya dibantu tanggul di sungai agar air laut tidak masuk sampai ke sini dan memengaruhi pasokan air baku petani dan warga,” imbuh Karyono.

Petani Desa Mojorembun, Rujito mengaku telah bersiap menanam padi lagi setelah sawahnya panen. Dia optimistis bantuan yang diterima mampu memperlancar usaha taninya.

“Kita tahunya akan ada kemarau panjang dari televisi. Namun, kami di sini melihat cuaca sampai saat ini masih memungkinkan, sehingga memberanikan diri memulai musim tanam ketiga,” ujarnya.

Distanak sarankan petani percepat masa tanam

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, tidak menampik potensi dampak cuaca kering atau El Nino terhadap target produksi padi 10,5 juta ton pada akhir 2026. Karena itu, pihaknya menyusun sejumlah langkah strategis.

Pertama, percepatan masa tanam. Meski memasuki musim kemarau, pada beberapa daerah hujan masih turun. Hal ini membuat sejumlah petani percaya diri untuk kembali menanam padi, terlebih didukung bantuan irigasi.

“Langkah pertama percepatan masa tanam, penggunaan ‘sistem sepur’, begitu panen langsung disambung tanam setelah tanah diolah. Koordinasi dengan BBWS dan PSDA juga dilakukan untuk mengecek lokasi yang kering terlebih dahulu, penanaman varietas tahan cuaca kering, serta pengawalan terhadap hama dan perubahan iklim,” sebutnya.

Frans mengungkapkan, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, sejumlah bantuan diberikan kepada petani untuk menggenjot produksi dan menghadapi kemarau panjang. Di antaranya, bantuan dari APBD provinsi berupa rehabilitasi jaringan sebanyak 334 unit, dan irigasi alternatif sebanyak 75 unit. Ada pula bantuan irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian sebanyak 1.823 unit, serta irigasi perpipaan sebanyak 366 unit.

Di samping itu, pihaknya juga memaksimalkan pemberian benih inbrida. Dengan benih tersebut, petani dimungkinkan melakukan pembenihan mandiri. Pada 2026, jumlah benih inbrida yang dibagikan untuk luasan 47.200 hektare, meningkat dibanding 2025 yang hanya 5.300 hektare.

“Jadi bantuan dari APBN dan APBD ini, untuk mendukung kesiapan aliran air memasuki musim tanam,” pungkas Frans.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More

Wamen Irene Umar: Indonesia Jangan Jadi Pengikut, Harus Jadi Kreator

21 Mei 2026, 17:42 WIBNews