Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
La Nina Terjang Jateng, Curah Hujan Meningkat, Awas Banjir Bandang!
Ilustrasi cuaca ekstrem ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Semarang, IDN Times - Warga Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor dan banjir bandang pada musim penghujan mulai November 2021. 

1. Cuaca ekstrem melanda Jateng

Ilustrasi awan Cumulonimbus (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Koordinator Prakirawan dan Data Informasi, Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto mengungkapkan intensitas curah hujan mulai bulan ini bertambah deras menyusul adanya kemunculan La Nina dalam kategori melemah dan sedang.

"Munculnya La Nina memengaruhi curah hujan di Jawa Tengah menjadi sangat lebat ketimbang kondisi normal. Dari analisa yang kita lakukan, cuaca ekstrem akan melanda mulai November karena disebabkan adanya kondisi La Nina yang terpantau melemah dan sedang. Dampaknya akan dirasakan sampai awal Maret 2022 mendatang," ujar Giyarto saat dikontak IDN Times, Selasa (2/11/2021).

2. Waspada banjir bandang, longsor dan puting beliung

Petugas gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). ANTARA FOTO/Indra

Peningkatan curah hujan diprediksi terjadi hampir merata di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Giyarto bilang curah hujan sangat lebat dengan durasi yang lama bakal melanda wilayah pesisir selatan Jateng serta kawasan pegunungan tengah.

Di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, katanya dengan kemunculan La Nina menyebabkan hujan lebat, banjir bandang ditambah gemuruh kilatan dan petir. Untuk bencana puting beliung dan angin kencang juga bakal melanda Pantura Timur.

"Saat ini perlu ada kewaspadaan yang tinggi terhadap risiko bencana hidromeorologi. La Nina berpeluang besar membuat wilayah pegunungan tengah dilanda tanah longsor, dan Kota Pekalongan, Tegal, Demak dan Semarang sebagai langganan banjir, juga akan mengalami banjir bandang. Peluang bencananya sangat besar mengingat curah hujannya bertambah 40 persen," akunya.

3. Empat daerah dilanda hujan 500 milimeter per bulan

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Stasiun Meteorologi Ahmad Yani melansir dari hasil pengamatan diketahui bahwa curah hujan tertinggi bakal melanda Kabupaten Wonosobo, Purbalingga, Banyumas dan Pekalongan. Di lokasi itu, curah hujan bisa mencapai 500 milimeter per bulan.

Sementara untuk wilayah Kota Semarang, Giyarto menyebu curah hujan di Kecamatan Semarang Tengah hingga Semarang Utara sekitar 200 milimeter per bulan dan di Semarang Selatan sampai ke kawasan Semarang atas mencapai 400 milimeter per bulan.

"Durasi waktu peningkatan curah hujannya antara dua sampai tiga jam tergantung dengan lamanya pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di setiap daerah," bebernya.

4. Warga harus lakukan deteksi dini

Penampakan mendung di langit Kota Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Ia menyarankan kepada masyarakat untuk bersiap mengantisipasi peningkatan curah hujan dengan melakukan deteksi dini.

Perubahan cuaca bisa dilihat lewat media sosial resmi BMKG.

Editorial Team

Related Article