Sejumlah warga membaca Al Quran saat mengikuti semaan Al Quran atau pengajian tafsir Al Quran di Masjid Agung Kauman Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Lantas, jika waktu kita terbatas, mana yang harus didahulukan? Para ulama kontemporer dan lembaga fatwa keagamaan memberikan jalan tengah yang sangat bijak, Lur:
Secara Kekuatan Dalil Khusus: Jika tolok ukurnya adalah kekuatan sanad hadis yang spesifik menyebut waktu "malam Jumat/hari Jumat", maka membaca Surah Al-Kahfi memiliki keutamaan yang lebih kuat secara tekstual fikih.
Secara Esensi Ibadah: Kedua amalan ini sama-sama baik dan tidak perlu dipertentangkan. Membaca Al-Kahfi mendatangkan cahaya perlindungan, sementara membaca Yasin mendatangkan ampunan dosa.
Ulama NU, Syekh Abdul Hamid Al-Syarwani dalam Hasyiyah-nya menjelaskan bahwa idealnya seorang Muslim menggabungkan keduanya jika mampu. Namun jika harus memilih karena keterbatasan waktu, Sedulur bisa mengamalkannya secara bergantian agar mendapatkan keberkahan dari kedua surah agung tersebut.
Lur, hal yang paling tidak boleh dilakukan adalah saling mencela. Orang yang membaca Surah Al-Kahfi tidak boleh merasa lebih suci dan menuduh orang yang Yasinan melakukan bid'ah. Sebaliknya, yang terbiasa Yasinan juga tidak perlu sinis kepada yang membaca Al-Kahfi. Yang keliru dan rugi adalah mereka yang melewatkan malam Jumat begitu saja tanpa membaca ayat suci Al-Qur'an sama sekali!
Nah, itulah penjelasan ilmiah dan religius mengenai perbandingan keutamaan Surah Yasin dan Al-Kahfi di malam Jumat. Yuk, hidupkan malam Jumat kita dengan lantunan ayat suci sesuai dengan kelapangan waktu kita masing-masing, Sedulur!