Longsor Desa Kalongan Semarang Meluas 1,5 Km, Akses Jalan Putus

- Longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang meluas hingga 1,5 kilometer dengan kerusakan meningkat 30–40 persen sejak kejadian besar pertama pada tahun 2022.
- BPBD menyebut curah hujan tinggi dan aliran air bawah tanah sebagai pemicu utama pergerakan tanah yang menyebabkan rekahan serta potensi meluas ke permukiman warga sekitar.
- Bencana ini memutus akses jalan penghubung Semarang–Mranggen, sementara BPBD memasang sistem peringatan dini longsor dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat menghadapi risiko susulan.
Semarang, IDN Times - Bencana tanah amblas atau longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, makin meluas dan belum mendapat penanganan dalam waktu dekat. Saat ini, jangkauan area terdampak memanjang hingga 1,5 kilometer.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan, aliran air di dalam tanah memicu longsor tersebut. Curah hujan yang tinggi memperparah kondisi tersebut sehingga memicu pergerakan, dan menyebabkan rekahan tanah.
Berdasarkan kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), aliran air membentuk tampungan di bawah permukaan tanah. Ketika tanah menjadi jenuh, air mencari jalan keluar dan memicu pergeseran.
"Batu lempung formasi kerek karakternya mudah lumer, sehingga hal itulah yang menyebabkan munculnya longsoran," katanya.
Alexander menyebut tingkat kerusakan meningkat sekitar 30 hingga 40 persen sejak longsor besar pertama pada 2022. Area longsoran kini memiliki lebar sekitar 250 meter dengan kedalaman atau tinggi mencapai 60 hingga 62 meter.
Kondisi tersebut berpotensi merembet ke area permukiman di sisi selatan. BPBD mendata sebanyak 22 keluarga (KK) di RT 4 RW 3 berada di kawasan rawan bencana. Jarak beberapa rumah warga bahkan hanya sekitar 15 sampai 30 meter dari bibir longsoran.
Selain mengancam permukiman, bencana ini memutus total jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Semarang dengan Mranggen, Kabupaten Demak.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Semarang memasang Landslide Early Warning System (LEWS) atau sistem peringatan dini di dua sisi kawasan terdampak.
"Saat ini kami hanya bisa melakukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Apalagi curah hujan sedang tinggi dan longsor bisa terjadi sewaktu-waktu," imbuhnya.
Pergerakan tanah di Desa Kalongan sendiri sebenarnya bukan hal baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, pergeseran tanah mulai terjadi sejak 2010. Longsor besar kemudian memutus jalan pada Februari 2022. Kejadian susulan berskala besar kembali berlangsung pada 16 Februari 2026 pagi, menyusul hujan deras dari siang hingga malam hari sebelumnya.


















